Tour de Java 2012

Seperti biasanya setiap akhir tahun saya dan teman-teman RR selalu melakukan tradisi touring keluar kota dengan jarak tempuh di atas 1.500 KM, kalau pada tahun kemarin memilih rute Jakarta – Bali, kali ini pilihan rute hanya Jakarta – Jogjakarta – Pacitan, dengan total tempuh sekitar 1.750 KM. Tempat-tempat wisata menjadi target utama untuk di kunjungi, seperti Pantai Klayar Pacitan dan sekitarnya, Kota tua Yogjakarta, Magelang, Purworejo, Kulonprogo dan sekitarnya yang banyak menyimpan tempat wisata yang indah.

Berangkat pada tanggal 22 Pagi pukul 02.30 saya dan teman-teman RR memilih rute tengah yaitu melalui Bekasi, Karawang, Purwakarta, Sadang, Subang, Majalengka, Panawangan Ciamis, Banjar, Majenang, Purworejo, Jogja dan Berakhir di Pacitan.

Perjalanan relatif lancar, dan yang paling mengasikkan adalah ketika Jalan Wonosari hingga Praci, jalanan yang mulus dengan tikungan-tikungan tajam serta variasi tanjakan dan turunan tajam benar-benar menguraas konsentrasi, apalagi memasuki kota Pacitan yang penuh dengan tikungan berbahaya, sangat tidak direkomendasikan melintasi jalanan ini pada malam hari, karena kondisi geografisnya benar-benar menuntut skill berkendara yang tinggi.

Trek menantang yang lain adalah ketika menjelajah kota Purworejo, Magelang hingga Ketep, melalui jalan-jalan di perkampungan yang rata-rata sudah beraspal cukup memberikan sensasi tersendiri, suasana hutan pegunungan membuat suasana riding benar-benar mengesankan. Begitu pula di kawasan pantai glagah dan sekitarnya suasana yang sepi cukup mengesankan,apalagi pemandangan di sekitar pantai juga terasa cukup asri.

Selanjutnya rute pulang yang menjelajah kota Ciamis, Kawali, Kuningan juga tak kalah seru. Di daerah ini kita akan di manjakan dengan tikungan-tikungan tajam dengan jalanan yang cukup baik, sehingga di kecepatan tertentu cukup memacu adrenalin. Memang cukup menguras tenaga karena spek motor yang terlanjur berat dengan perlengkapan turing menjadikan beban motor meningkat hampir dua kalilipat, sehingga handling motor berbeda dengan kondisi motor normal, misalnya situasi ini terasa pada saat harus menaklukan jalanan pegunungan di sekitar Purworejo – Magelang yang di di guyur hujan lebat, aspal halus dengan kemiringan jalan 45 derajat benar-benar membuat jantungan, untuk menahan beban motor yang cukup berat tidak cukup hanyak mengandalkan rem depan dan belakang, tetapi harus di topang dengan engine break yang pas, karena kalau tidak demikian bisa-bisa bakal sliding dan jurang di depan siap menunggu.

Tanggal 30 Desember akhirnya sampai kembali di Jakarta, semuanya berjalan lancar dan selamat. Mudah-mudahan rute berikutnya akhir tahun 2013 menuju Kota Sabang di Aceh bisa terwujud dengan aman dan lancar pula.

tour2012022

tour2012021

tour2012020

tour2012019

tour2012018

tour2012017

tour2012016

tour2012015

tour2012014

tour2012013

tour2012012

tour2012011

tour2012010

tour2012009

tour2012008

tour2012007

tour2012006

tour2012005

tour2012004

tour2012049

tour2012048

tour2012047

tour2012046

tour2012045

tour2012044

tour2012043

tour2012042

tour2012039

tour2012038

tour2012037

tour2012036

tour2012035

tour2012034

tour2012033

tour2012032

tour2012031

tour2012030

tour2012029

tour2012028

tour2012027

tour2012026

tour2012025

tour2012024

tour2012003

tour2012002

tour2012001

One response to “Tour de Java 2012”

  1. sejutaumat says :

    sip mas Didik, aku daftar buat tahun depan, berbarengan dengan hajatan ke Medan besok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,769 other followers

%d bloggers like this: