Road trip to Dieng Plateu #Liburan Akhir Tahun

Liburan akhir tahun adalah kesempatan untuk melakukan touring keluar kota dengan teman-teman terdekat, dan kali ini tujuan pertama adalah ke dataran tinggi Dieng. Dieng memang cukup memberikan daya tarik tersendiri bagi bikers, Kota kecil di ketinggian 2.100 Dpl ini selain berhawa sejuk juga memiliki pesona keindahan yang luar biasa, apalagi untuk menuju ke lokasi ini suguhan cornering selalu menyambut bikers sehingga memberikan kenangan dan tantangan yang sukar untuk dilupakan.

Trip Menuju Dieng

Trip Menuju Dieng


Rabu, 24 Desember 2014 Pukul 24.00 WIB saya, bro Tri dan bro Budi berangkat dari Cililitan melalui rute jalan Kalimalang menuju Karawang, rencananya akan memilih jalur pantura hingga ke kota Batang lalu belok ke kanan menuju Dieng, tetapi ketika sampai di Cikampek yang terjadi adalah macet total sehingga perjalanan sempat terhenti. Alternatif berikutnya adalah putar haluan menuju Purwakarta – Bandung, rute di jalur selatan sendiri sebenarnya juga terasa padat menjelang libur natal, takut menemui kemacetan di daerah Naggrek – Gentong akhirnya perjalanan kembali melambung melalui rute Garut – Tasik. Perjalanan menjadi terasa panjang melalui jalur selatan karena menjelang magrib kita baru sampai di kota Kebumen yang selanjutnya langsung memilih jalur alternatif menuju kota Wonosobo. Jalan pintas yang melewati waduk wadas lintang ini memang sepi, apalagi di menjelang jam 8 malam, semakin ke atas memasuki hutan semakin senyap saja rasanya, jalanan yang berkelok ke kiri dan ke kanan sepanjang hampir 106 KM benar-benar menguras konsentrasi, malam yang semakin pekat seperti menelan kita bertiga, untunglah kondisi jalan relatif bagus walaupun di setiap cornering kadang-kadang mengalami sliding karena hujan gerimis yang seakan-akan mengikuti perjalanan kita. Menjelang jam 10 malam, barulah terasa lega akhirnya kita tiba di kota Dieng setelah menempuh perjalanan sejauh 576 KM. Karena di sepanjang perjalanan telah menembus dinginnya udara malam bercampur gerimis, tiba di Dieng rasanya sudah tidak kaget dengan dinginnya kota Dieng.

20141225_160937_Richtone(HDR)_1
Untuk di kota kecil ini denyut kehidupan malamnya tetap berlanjut, sehingga untuk mencari warung makanpun masih gampang, beberapa warung makan memang buka 24 jam, sehingga kita bisa memulihkan tenaga dengan sajian kopi hangat dan makan malam di pertigaan kota kecil Dieng ini. Untuk penginapan di kota ini cukup mudah dicari, khususnya home stay yang banyak ditawarkan oleh penduduk setempat, harganyapun bervariasi antara 200 hingga 300 ribu. Kalau mau lebih seru memang bisa membawa perlengkapan tenda sendiri dan bisa bermalam di tepi danau Cebongan atau telaga Sikunir. Camping Ground yang mengelilingi telaga Sikunir cukup luas, fasilitas toilet, mushola, hingga warung 24 jam tersedia disini. Arena parkir juga cukup luas untuk mobil dan motor, walaupun di akhir pekan ketika cuaca cerah tempat ini menjadi penuh sesak dipenuhi oleh pengunjung yang ingin menyaksikan golden sunrise dari bukit Sikunir. Apalagi akses jalan menuju lokasi ini hanya jalan kecil sehingga untuk roda 4 harus harus ekstra sabar saling bergantian.

Camping Ground Telaga Sikunir

Camping Ground Telaga Sikunir


Jum’at, 26 Desember 2014 Pukul 4.30 WIB setelah sholat shubuh, kita siap-siap tracking ke atas bukit untuk berburu sunrise. Sebenarnya jika berniat untuk mencari spot sunrise yang bagus di kota Dieng sebaiknya tidak pada bulan Desember, karena pada bulan tersebut biasanya adalah musim penghujan. Sejak pagi hari ini saja gerimis masih turun rintik-rintik, awan gelap masih menyebar di sekitar gunung Sindoro dan gunung sumbing, akhirnya tracking tetap berlanjut menaiki bukit dengan jalanan tanah basah yang terasa licin dan berharap bisa melihat matahari menampakkan dirinya. Sunrise pagi ini lebih banyak tertutup mendung, hanya siluet pagi yang kadang muncul, kabut tebal telah merubah langit menjadi putih, tetapi suasana di atas gunung tetap terasa enak di nikmati sambil ditemani kopi hangat yang di jajakan oleh penduduk setempat di ketinggian sekitar 2500 Dpl ini. Ada beberapa spot menarik untuk menyaksikan golden sunrise selain dari bukit Sikunir, kita bisa memilih tracking ke bukit Perahu atau ke beberapa bukit di sekitar bukit Sikunir, namun karena kondisi trackingnya yang sedikit panjang dan tinggi sehingga cukup melelahkan dan kurang diminati.

Selain Golden Sunrise beberapa spot juga bisa kita nikmati seperti Telaga Warna dan Telaga Pangilon, Kawasan Candi Arjuna atau Kawah Sikidang. Tempat-tempat ini di cuaca cerah memberikan panorama yang luar biasa indah, apalagi jika membawa perlengkapan fotografi dan niat mau hunting, sehari berada di Dieng rasanya tidak cukup.

Advertisements

Tags: ,

One response to “Road trip to Dieng Plateu #Liburan Akhir Tahun”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: