Mudik 2016, Mudik Nyaman dengan Sepeda Motor.

Tradisi Mudik Lebaran yang telah berlangsung puluhan tahun hingga saat ini masih menjadi ritual rutin bagi masyarakat di Indonesia, mereka yang merantau, mereka yang berkerja di daerah lain atau mereka yang memiliki mertua di lain daerah lain suasana lebaran adalah saatnya untuk saling bersilaturahmi.

Mobilitas mudik lebaran besar-besaran seperti ini otomatis melibatkan semua alat transportasi. Idealnya untuk kenyamanan memang menggunakan fasilitas umum seperti Kereta Api atau pesawat Terbang karena alat transportasi ini lebih cepat dan tepat waktu. Tetapi tidak mudah untuk membeli tiket Kereta Api atau pesawat terbang, karena umumnya 2 minggu sebelum lebaran tiba tiket sudah habis di pesan.

13606861_10210255760178431_6246663910513925979_n
Pilihan lain tentu menggunakan Bus, mobil pribadi atau sepeda motor, lebih mudah di cari tetapi harus siap dengan resiko macet. Dan Mudik 2016 telah meninggalkan catatan betapa sengsaranya menggunakan mobil pribadi ataupun bus karena harus terjebak macet hingga puluhan jam di jalan raya.
Apalagi hari libur yang di tetapkan oleh pemerintah sangat mepet dengan tanggal Lebaran, sehingga masyarakat yang ingin berangkat mudik juga memiliki waktu yang hampir sama.

Mudik 2016 kali ini saya lebih memilih menggunakan motor, sementara untuk keluarga sebagian masih kebagian tiket kereta walaupun hanya untuk keberangkatan saja, padahal pemesanan tiket dilakukan pada hari pertama pembelian secara on line.

Menggunakan sepeda motor memang tidak disarankan untuk perjalanan jauh, karena selain beresiko juga ada beberapa faktor yang harus diperhatikan jika menggunakan pilihan sepeda motor. Salah satunya adalah Siap Fisik, Siap Kendaraan dan Siap Ketrampilan. Kalau pembaca telah terbiasa dengan perjalanan jauh (touring) mungkin hal seperti ini tidak menjadi masalah.

Hal yang kemarin membuat saya bingung adalah justru menentukan rute Jakarta – Yogjakarta, jalan mana yang harus di pilih, karena berangkat menjelang H-3 artinya sama saja berniat menikmati macet. Kondisi arus lalu lintas saat ini dengan mudah dapat dipantau pada aplikasi google maps, aplikasi ini cukup up to date dan cukup membantu dalam menentukan rute perjalanan untuk beberapa jam kedepan. Rencana awal memang berangkat dari Depok – Kalimalang – Karawang – Purwakarta – Subang, tapi cek di aplikasi warnanya sudah merah semua, ini berarti sudah dalam kondisi macet. Akhirnya rute keberangkatan saya tetapkan melalui Depok – Puncak – Bandung – Tasikmalaya – Ciamis, karena kemacetan hanya terjadi di daerah Nagrek – Limbangan, sedangkan selepas Tasik hingga Yogjkarta jalur selatan ini relatif sepi dan lancar, terlihat pada Google Maps berwarna Hijau.

13119785_10209741208034949_7516053597040025956_o
Kesalahan mudik dengan menggunakan sepeda motor yang banyak terjadi terhadap pemudik adalah karena kapasitas angkut yang berlebihan, banyak di jalan raya kita temui pemudik harus membawa anak, istri dan barang bawaan yang sebenarnya sangat membahayakan jiwa, apalagi dengan menempuh jarak jauh. Memang ini adalah kondisi sosial yang sulit di hindari, karena mayoritas masyarakat masih mengandalkan sepeda motor sebagai alat transportasi utama yang paling murah biayanya.

Pukul 03.30 saya bersama istri berangkat melalui jalan raya Puncak Bogor dan istirahat untuk sholat shubuh selepas kota Cianjur, perjalanan relatif lancar jam 08.00 sudah masuk wilayah Nagrek. Antrian panjang mengular mulai tampak di depan mata, sepeda motor pun harus berjalan merayap. Menjelang Pukul 12.00 saya beristirahat di Posko Federal Oil Raja Polah Tasik untuk sholat Zuhur, kemudian perjalanan berlanjut lagi hingga pukul 15.00 dan mampir sejenak di RM. Pringsewu Banjar untuk Sholat Ashar.

13516235_10210216959048427_3293392507700663519_n
Dari Banjar – Majenang – Wangon kondisi jalan relatif sepi sehingga sepeda motor dapat di pacu pada kecepatan rata-rata 80 KPJ. Kondisi yang kurang nyaman pada jalur selatan ini adalah banyaknya tambalan jalan yang tidak rata dan membuat bumppy, apalagi motor dengan ring roda kecil. Menjelang Magrib saya sudah masuk di wilayah Kebumen dan sampai di tujuan pukul 20.00 WIB. Perjalanan sejauh kurang lebih 650 KM ini harus di tempuh selama 18 Jam perjalanan.

13620193_10210247306247088_3776020966941556703_n
Sepeda motor masih cukup cepat menembus ramainya jalur mudik, apalagi konsumsi BBM jenis Pertamax hanya menghabiskan biaya Rp. 50.000,- untuk Jakarta – Yogjakarta. Faktor ekonomis ini yang banyak di lirik oleh para pemudik motor, disamping kita bisa beristirahat setiap saat jika badan sudah merasa letih dalam mengemudi.

Kita tetap dapat mudik dengan aman dan nyaman dengan menggunakan sepeda motor, selama perencanaan yang kita susun memang memperhatikan faktor keselamatan. Nikmatilah perjalanan dengan memperhatikan kondisi badan, jangan sampai mengalami dehidrasi, gunakan kacamata Polaroid agar mata tidak lelah seharian berada dibawah terik matahari dan istirahat seperlunya. Pastikan selalu untuk tetap nyaman berkonsentrasi dalam berkendara, gunakan box yang sesuai untuk bagasi barang anda supaya tidak mengganggu manuver dan handling motor.

Dan akan lebih baik untuk manajemen rute perjalanan anda memanfaatkan pula GPS pada smartphone berikut holder yang cukup kokoh pada dashboard, sehingga rute pemberhentian, SPBU atau rumah makan yang akan anda singgahi sudah ter-program semuanya. Selamat Iedul Fitri 1437 H.
12494937_10209363234545848_4516196215368861079_n

Advertisements

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: