Sharing Session Indonesia Road Safety Award 2016

JAKARTA, 20 Oktober 2016 – Menurut data dari Korlantas Polri, terdapat peningkatan angka kecelakaan di Indonesia yaitu dari 95.906 kecelakaan di tahun 2014 menjadi 98.970 kecelakaan di tahun 2015. Namun, di lain sisi, terdapat penurunan angka kematian dari 28.297 kematian di tahun 2014 menjadi 26.495 kematian di tahun 2015. Data-data tersebut tetap membuktikan bahwa keselamatan jalan tetap harus menjadi perhatian utama. Diperlukan langkah antisipatif guna menekan angka kecelakaan di jalan.

img_9268
Berawal dari keprihatinan tersebut, PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) terus berupaya melaksanakan berbagai program terkait dengan kampanye keselamatan jalan. Melalui kegiatan corporate social responsibilities yang bertajuk“I Wanna Get Home Safely (IWGHS)!”, Adira Insurance telah melakukan berbagai aktivitas yang bersifat preventif melalui berbagai macam kegiatan yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan saat berada di jalan. IWGHS juga melakukan tindakan corrective dimana Adira Insurance memberikan donasi bagi para korban kecelakaan berupa alat bantu seperti kaki palsu agar mereka dapat produktif kembali.

——————–
safety7
——————–

Melihat permasalahan di atas, diperlukan sinergi antar berbagai pihak guna meningkatkan keselamatan jalan. Untuk mewujudkan sinergi tersebut, Adira Insurance berinisiatif untuk mengadakan ajang penghargaan Indonesia Road Safety Award atau IRSA dengan mengajak berbagai pihak, mulai dari pihak pemerintahan sampai dengan pihak lembaga swadaya masyarakat, untuk secara bersama-sama menerapkan prinsip tata kelola keselamatan jalan yang baik di kota dan kabupaten yang berada di seluruh Indonesia.

Kegiatan IRSA dilakukan guna mengukur dan mengevaluasi penerapan tata kelola keselamatan di jalan bagi kota atau kabupaten yang ada di Indonesia. Hasil evaluasi tersebut terdiri dari paparan kondisi tata kelola keselamatan jalan dan program-program yang sedang dijalankan oleh masing-masing kota atau kabupaten serta saran-saran yang perlu terus ditingkatkan dan program prioritas ke depan.

img_9359
Penilaian pemenang IRSA mengacu pada atribut lima pilar yang terdapat dalam Rancangan Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) yang terdiri dari:

Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan
Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan
Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan
Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan
Pilar 5 Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan

Adapun kategorisasi pemenang IRSA dibagi menjadi:

1. Kota dengan penduduk di atas 1 juta jiwa
2. Kota dengan penduduk di bawah 1 juta jiwa
3. Kabupaten dengan penduduk di atas 1 juta jiwa
4. Kota dengan penduduk di bawah 1 juta jiwa
5. Pemenang per pilar road safety
6. Pemenang per kategorisasi Kota atau Kabupaten
7. Pemenang kategori khusus

Tahun ini merupakan tahun ke-4 pelaksanaan IRSA. Sampai dengan saat ini, IRSA 2016 telah melakukan berbagai tahapan penyeleksian yaitu:

    1. Tahap Pendaftaran dimana peserta IRSA 2016 yang mendaftar adalah sebanyak 92 kota dan kabupaten melalui mekanisme pendaftaran, serta 18 kota dan kabupaten yang direkomendasikan oleh pakar road safety. Sehingga, total kota dan kabupaten yang ikut serta dalam IRSA 2016 adalah sebanyak 110 kota dan kabupaten. Jumlah pendaftar tersebut mengalami kenaikan 51% dari total peserta IRSA tahun 2015.

    2. Tahap shortlisting. Dari 110 peserta IRSA 2015 tersebut, dipilih 17 kota dan kabupaten yang menjadi finalis IRSA 2016. 17 finalis tersebut terpilih berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, jumlah kendaraan, jumlah kecelakaan, panjang jalan, jumlah fatalitas, dan data pendukung lainnya.

    3. Tahap survei dan observasi lapangan yang digunakan sebagai salah satu penilaian untuk memilih 17 finalis menjadi pemenang IRSA 2016 dan bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata kelola keselamatan jalan di 17 kota dan kabupaten finalis IRSA 2016.

    4. Tahap penjurian yang merupakan tahap penilaian terakhir dari IRSA 2016. Pada tahap ini, para finalis diundang untuk melakukan presentasi mengenai berbagai permasalahan, program kerja, dan evaluai kebijakan terkait dengan tata kelola keselamatan jalan.

Saat ini, IRSA 2016 mengadakan sebuah wadah untuk bertukar pikiran dan berdiskusi antar para pemerintah kota dan kabupaten finalis IRSA 2016 terpilih, kementerian lima pilar, serta berbagai ahli atau pakar di bidang transportasi dan keselamatan jalan. Wadah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penerapan tata kelola yang baik di kota dan kabupaten setempat serta untuk menyalurkan aspirasi bagi pemerintah pusat.

Pada sharing session tahun 2016 ini, IRSA mengangkat tiga topik utama yang sedang marak terjadi di masyarakat dan menjadi faktor penting dalam kualitas tata kelola keselamatan jalan diantaranya yaitu:

    a. Penanganan Pelanggaran Pengendara Bawah Umur dan Melawan Arah
    · Menurut data korlantas polri, melawan arah merupakan pelanggaran lalu lintas nomor satu untuk pengendara roda dua.

    · Berdasarkan survei IRSA 2016, indeks Penegakkan Peraturan Pengendara di Bawah Umur belum mengalami perbaikan secara signifikan.

    b. Penanganan Parkir dan Kegiatan Usaha Tepi Jalan (PKU)
    · Berdasarkan riset IRSA 2016, penertiban tepi jalan belum mengalami peningkatan atau cenderung stagnan. Namun terdapat hal yang menggembirakan dimana indeks survei mengenai penyediaan fasilitas pejalan kaki mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat di lapangan dimana banyak jalan yang dilakukan penambahan dan perbaikan fasilitas pejalan kaki. Akan tetapi, di lain sisi, masih banyak trotoar yang digunakan untuk kegiatan usaha atau parkir.

    c. Meningkatkan Kelayakan Angkutan Umum untuk Menurunkan Tingkat Kecelakaan dan Fatalitasnya
    · Berdasarkan hasil survei, pengecekan terhadap standar keselamatan angkutan umum menunjukkan peningkatan dari tahun 2014 – 2016.

    · Pengecekan standar keselamatan angkutan umum merupakan hal yang sangat penting karena angkutan umum yang tidak layak akan meningkatkan fatalitas.

    · Kecelakaan pada angkutan umum yang tidak layak akan memiliki peluang yang sangat besar untuk meningkatkan angka fatalitas.

img_9296
Setelah sesi penjurian dan sharing session ini, pemenang IRSA 2016 akan diumumkan pada hari Penghargaan atau Awarding IRSA 2016 yang akan dijadwalkan pada akhir November 2016 sebagai bentuk apresiasi terhadap kota dan kabupaten finalis IRSA 2016 yang telah menerapkan prinsip tata kelola keselamatan jalan dengan baik.

“Atas nama Adira Insurance, saya ingin memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh finalis Indonesia Road Safety Award 2016 yang terus berusaha untuk meningkatkan kualitas tata kelola keselamatan jalan di daerahnya. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan IRSA yaitu Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Kementerian Kesehatan, Global Road Safety Partnership, Masyarakat Transportasi Indonesia, dan para pennggiat road safety lainnya sehingga IRSA dapat terlaksana dengan baik,” ujar Indra.

Indra berharap agar sinergi yang terjalin antar pihak pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak swasta dalam menjaga keselamatan masyarakat di jalan dapat senantiasa terwujud sehingga dapat menekan angka kecelakaan di jalan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: