Cinta Indonesia, PT. Wahana Artha Ajak Blogger, Vlogger dan Komunitas Touring Napak Tilas Proklamasi di Rengas Dengklok

Dalam rangka peringatan kemerdekaan RI ke 72, 17/8/2017 PT. Wahana Artha selaku Distributor Sepeda motor Honda mengadakan event touring napak tilas ke lokasi penyusunan teks Proklamasi yang dahulu di bacakan oleh Ir. Soekarno di kawasan Rengas Dengklok Karawang Barat. Selama ini lokasi ini memang sudah di kenal melalui literatur sejarah di Indonesia, tetapi untuk tahu secara langsung dimana lokasi ini berada tidak banyak orang yang tahu. Padahal lokasinya tidak begitu jauh dari Jakarta. Moment untuk merefresh sejarah ini yang menjadi tema perjalanan pagi bersama teman-teman blogger, vlogger dan Komunitas CBSF agar lebih mengenal dan dapat mengexplore peninggalan sejarah yang ada di Indonesia.

HUT 72 RI Touring bersama PT. Wahana Artha


Di kesempatan touring kemerdekaan ini juga PT. Wahana Artha mengulas tentang kehadiran new colour Honda Streetfire CB150R. Penampilan baru Honda Streetfire CB150R yang di balut warna body dominan hitam dengan velg keemasan ini untuk memenuhi keinginan konsumen yang saat ini cenderung memilih warna hitam elegan. Secara tehnis spesifikasi dengan type sebelumnya tidak ada perbedaan. PT. Wahana Artha optimis bahwa kehadiran warna baru Honda Streetfire CB150R ini masih dapat memenuhi hasrat konsumen yang menginginkan type motor naked sport yang handal dan stylist.

New Colour Honda CB150R Streetfire


Kegiatan sebelum touring juga di awali dengan upacara bendera dalam rangka HUT RI 17 Agustus 2017 di halaman Gedung PT. Wahana Artha serta sambutan dari pihak manajemen PT. Wahana Artha dan PT. Astra Honda Motor. Peserta dari Blogger dan Vlogger juga di persilahkan untuk memilih kendaraan yang ingin di explore selama menuju ke Kecamatan Rengas Dengklok, kali ini PT. Wahana Artha telah menyiapkan Honda CBR250RR, CB150R, Sonic150, dan Supra GTR150.


Perjalanan dari Gedung PT. Wahana Artha hingga ke Kecamatan Rengas Dengklok relatif lancar apalagi dikawal oleh brigade mobile dari Kepolisian. Kota Rengasdengklok adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pusat pemerintahan kecamatan Rengasdengklok terletak di desa Rengasdengklok Selatan dengan menempati gedung baru didekat Monumen Kebulatan Tekad.

Sejarah telah mencatat Rengasdengklok pernah menjadi tempat “penculikan” dimana Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa dan diamankan ke Rengasdengklok oleh golongan muda Chairul Saleh yang menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya tanpa melalui PPKI yang dianggap sebagai badan buatan Jepang. Kecamatan ini dulunya merupakan kecamatan Rengasdengklok(Raya) bersama kecamatan Jayakerta, kecamatan Kutawaluya dan sebagian kecamatan Tirtajaya.


Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa dimulai dari “penculikan” yang dilakukan oleh sejumlah pemuda (a.l.) Soekarni, Wikana dan Chaerul Saleh dari perkumpulan “Menteng 31” terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.

Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu di Jakarta, Chairul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut.

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan IKADA(yang sekarang telah menjadi lapangan Monas) atau di rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno karena di lapangan IKADA sudah tersebar bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton-penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi, dipilihlah rumah Soekarno di jalan Pegangsaan Timur No.56. Teks Proklamasi disusun di Rengasdengklok, di rumah seorang Tionghoa, Djiaw Kie Siong. Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok pada Kamis tanggal 16 Agustus, sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia.


Karena tidak mendapat berita dari Jakarta, maka Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan pemuda-pemuda yang ada di Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta, Kunto hanya menemui Wikana dan Mr. Achmad Soebardjo, kemudian Kunto dan Achmad Soebardjo ke Rangasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati dan Guntur. Achmad Soebardjo mengundang Bung Karno dan Hatta berangkat ke Jakarta untuk membacakan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56. Pada tanggal 16 tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta.

Keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 pernyataan proklamasi dikumandangkan dengan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin ketik yang “dipinjam” (tepatnya sebetulnya diambil) dari kantor Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jerman, Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.

Dî desa Rengasdengklok ini blogger, vlogger dan Komunitas CBSF dapat menyasikan peninggalan sejarah rumah tempat beristirahatnya sang Proklamator Ir. Soekarno dan cikal bakal kebulatan tekad akan diproklamasikannya kemerdekaan RI yang disebut dengan Peristiwa Rengasdengklok.

Foto Galeri Touring Kemerdekaan 2017 :

Advertisements

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: