Berpetualang dengan New Honda CRF150L di Kota Kembang

Bandung (15/11), Beberapa hari yang lalu pada saat launching New Honda CRF150L, penulis memang sudah mencoba bagaimana impresinya mengendarai motor ini di sirkuit motorcross yang terletak di samping AEON mall di kawasan BSD. Dan kali ini penulis mendapatkan kesempatan di ajak kembali untuk merasakan sebuah petualangan di alam bebas dengan Honda CRF 150L bersama PT. AHM dan teman teman dari Komunitas Trabas Kota Bandung menaklukan perbukitan dan hutan raya di kawasan Dago Pakar.


Kali ini medannya lebih bervariasi, dari kondisi jalan beraspal, berbatu, tanah hingga lumpur dengan tikungan dan tanjakan yang cukup menantang. Meskipun ini event adventure tetapi tag line #cari_aman wajib di lakukan, khususnya perlengkapan safety gear untuk adventure. Kali ini untuk keperluan fotografi yang harus mengalah, perlengkapan kamera harus rela di tinggal karena resiko di alam bebas memang sulit di prediksi, apalagi di daerah Bandung dan sekitarnya beberapa hari terakhir selalu di guyur hujan, akhirnya penulis hanya mengandalkan S7 untuk keperluan dokumentasi.


Perjalanan etape pertama adalah menuju kafe Moko di kawasan Dermaga Bintang, jalan menuju kawasan wisata di atas bukit ini relatif aman untuk pemanasan, tanjakan dan turunan curam menjadi selingan di jalan yang sebagian sudah di semen dan sebagian berbatu, di etape ini pengaturan perseneling yang tepat dengan putaran gas yang sesuai akan membuat perjalanan di atas Honda CRF150L terasa nyaman, apalagi sambil menikmati perjalanan di sela sela perbukitan, powernya sangat bertenaga. Suspensi USD Showa dan Prolink di belakang dengan setelan standar cukup empuk melibas bebatuan dan jalan yang tidak rata menuju bukit ini.


Di etape ke dua perjalanan mulai lebih seru, di antara pepohonan Pinus ini teman teman bloger dan vloger harus berhadapan dengan jalan tanah dan lumpur, nah ketemu juga dengan offroad yang sebenarnya. Beberapa teman-teman mulai belepotan dengan lumpur karena terjatuh di medan yang licin dan terjebak di lumpur. Sebenarnya teman-teman dari Trabas sudah memberikan tips pada waktu briefing start, kuncinya adalah mengatur putaran mesin yang stabil, gunakan gigi 1 dan jangan menahan tuas kopling, optimalkan penggunaan rem belakang dan selalu upayakan postur riding dengan baik.

Torsi Honda CRF 150L di putaran bawah hingga menengah cukup tinggi, di trek ke dua ini harus pandai pandai melepas tenaga mesin, karena bukan gas yang besar di saat yang kurang tepat justru akan membuat sliding dan terjatuh, apalagi di tanjakan yang berlumpur. Tetapi inilah serunya adventure, meskipun menguras tenaga tetapi sangat menyenangkan.

Memasuki Etape ke 3 jalanan mulai beraspal, dan Honda CRF 150L bisa di pacu lebih cepat, konsentrasi tetap wajib di lakukan karena tikungan pada turunan dan tanjakan di tepi jurang yang tanpa pagar ini bisa saja membuat kecelakaan fatal. Dari beberapa spot yang penulis lewati tampak jelas keindahan kota Bandung.

Dari etape terakhir menuju garis finish jalanan relatif bagus, di trek ini ON-nya Honda CRF 150L bisa kita rasakan, motor ini memang memadukan dua karakter untuk on road dan off road, perjalanan adventure di berbagai medan jalan mampu di lalui dengan nyaman, dan soal konsumsi bahan bakar, di indikator spedometer hanya berkurang 1 bar setelah menempuh perjalanan sejauh 36 KM pada ordometer, sangat irit.

Galeri Foto :::


Advertisements

One response to “Berpetualang dengan New Honda CRF150L di Kota Kembang”

  1. ardiantoyugo says :

    pengen juga bisa blusukan pakai motor trail…
    seru kayaknya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: