Archive | March 2018

All New Honda PCX Raih Bike of the Year

Jakarta – Motor skutik premium All New Honda PCX dinobatkan sebagai Bike of the Year pada ajang penghargaan Otomotif Award 2018 (28/3). Penghargaan ini menjadi bukti besarnya komitmen PT Astra Honda Motor (AHM) untuk menghadirkan motor Honda terbaik berkualitas tinggi untuk para konsumennya.

Setelah melalui serangkaian seleksi dan uji performa, All New Honda PCX menjadi motor terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian dari sisi desain, fitur, teknologi, performa, handling, konsumsi bahan bakar, harga, serta memiliki unsur kebaruan.


Selain sebagai Bike of the Year, All New Honda PCX juga dinobatkan sebagai Best of Best Skutik dan Best of skutik 150cc. Menemani All New Honda PCX, di segmen skutik terpilih juga Honda Vario 125 eSP menjadi Best of High Skutik 110-125cc. Sementara itu, All New Honda Scoopy ditetapkan menjadi Best of Retro Skutik 110-125cc.

Di segmen motor bebek, Honda Blade ditetapkan sebagai motor terbaik yang meraih Best of Cub 125cc. Di segmen motor sport, motor fun on-off road All New Honda CRF150L menyabet penghargaan sebagai Best of Dual Purpose 150cc. Motor big bike Honda CRF1000L Africa Twin dinobatkan sebagai Best of Adventure Big Bike.

Marketing Director AHM Thomas Wijaya mengungkap apresiasinya atas penghargaan yang diberikan terhadap jajaran sepeda motor Honda, terutama dengan penghargaan tertinggi Bike of the Year yang diraih All New Honda PCX.


“Sejak kami menghadirkan Honda PCX sebagai pionir skutik premium di Indonesia, model ini terus diapresiasi masyarakat karena desainnya yang elegan, beragam fitur dan teknologi canggih yang disematkan, serta performanya yang handal. Mulai awal tahun ini, kami mulai memproduksinya langsung di pabrik AHM sehingga semakin value for money. Terima kasih atas kepercayaan konsumen yang memilih All New Honda PCX dan kami akan berusaha segera memenuhi kebutuhan konsumen yang sudah memesan skutik premium kami ini,” ujar Thomas Wijaya.

Skutik premium All New Honda PCX dengan desain sophisticated & luxurious ini memiliki empat pilihan warna yaitu Glamour Gold, Wonderful White, Brilliant Black, dan Majestic Matte Red. Keempat varian warna tersebut memiliki pilihan tipe CBS maupun ABS.

Motor skutik premium ini diproduksi di pabrik AHM Sunter dengan mengusung mesin generasi terbaru 150cc, eSP, serta memiliki konsumsi bahan bakar 45 Km/liter berdasarkan metode pengetesan ECE R40 standar Euro 3 dengan mengaktifkan fitur Idling Stop System (ISS).Jakarta,

Advertisements

New Honda PCX 150 dan Penggunaan Harian part #03

Tidak terasa Honda PCX 150 yang saya gunakan segera mencapai jarak tempuh 1.000 KM, dan kali ini saya akan mengulas tentang performa sepeda motor ini karena dengan jarak yang sudah mendekati panjang pulau jawa ini tentu sudah dapat di ulas bagaimana gambaran performanya lengkapnya.


Saya akan sedikit mengulas tentang seperti apa performance Honda PCX 150 ini untuk commutter harian, jadi bukan performance ala balap yang di cantelin race logic. Apalagi dengan data-data speed distance .. ;), saya hanya mengulas Honda PCX 150 dari sisi penggunaan harian secara normal, apalagi motor ini mendekati 1000 KM jarak tempuhnya, dan sudah melakukan service pertama, alasan kenapa saya memilih melakukan services sebelum masuk di jarak tempuh 1.000 KM ? Pertama, untuk motor baru dengan part baru tentu friksi komponen akan cenderung lebih banyak menghasilkan serbuk logam pada endapan olinya, baik di bagian mesin maupun di bagian gear box, hal yang sama juga pernah saya lakukan pada Yamaha Nmax pada waktu masuk di jarak tempuh 500 KM. Jadi dengan penggantian oli lebih awal setidaknya mampu mencuci bagian-bagian yang mengalami friksi/gesekan tersebut, sehingga menjadi lebih licin dan bersih, dan akan membuat mesih juga menjadi lebih awet.


Kira-kira apa yang ada di benak bro/sis dengan mesin 150cc di motor matic harian ? Apa kita mau nyari kenceng seperti di sirkuit ? tentu saja tidak, pabrikan merancang kubikasi mesin 150cc untuk harian tentu karena alasan kenyamanan, … nyaman di kendarai dan nyaman juga di kantong. Saya pernah mencoba beberapa matic bongsor dengan kubikasi cc besar hingga 530 cc ternyata tidak nyaman dengan postur tubuh saya, mungkin saya terlihat lebih gagah, mungkin saya bisa memacunya hingga di atas 150 Kpj di jalan raya, tetapi ada yang hilang yaitu rasa nyaman …

Bagaimana dengan All New Honda PCX 150 ? Performa mesin dengan kubikasi 150cc pada Honda PCX 150 ini rasanya tidak jauh berbeda dengan sepeda motor matic lain di kelas 150cc, sangat ideal untuk commuter / alat transportasi harian baik sendiri atau berboncengan. Selama penggunaan dalam kurun waktu 1 bulan ini torsi Honda PCX 150 telah memenuhi ekspetasi saya, di bawa ketempat kerja, ke mall hingga traveling ke puncak performance-nya cukup mumpuni, tenaganya cukup berisi. Di jalan rata seperti jalan raya Jakarta – Bogor dan jalan raya Parung – Bogor diajak lari dengan kecepatan tinggi di angka 100 Kpj sangat mudah walaupun berboncengan dengan istri, tenaganya terasa mengalir dan suara mesinnya cukup halus.


Pada waktu liburan ke kawasan Puncak Bogor, dengan memilih rute jalan yang memiliki banyak tanjakan seperti rute Bukit Pelangi – Puncak, hingga offroad ke desa Kampung Awan, Honda PCX 150 tidak mengalami penurunan performa, dan yang bikin saya kagum konsumsi BBM nya masih di angka average 41. Performa mesin dengan komposisi tapak lebar ban standar depan 100/80 dan belakang 120/70 saya rasa cukup pas di gunakan untuk harian.

Awalnya saya sempat ragu juga banyaknya perangkat elektronik pada Honda PCX 150 ini, apakah terganggu jika di gunakan pada cuaca yang agak ekstrim. Dan kebetulan pada waktu pulang dari puncak beberapa waktu lalu sempat di guyur hujan yang sangat lebat, ternyata Honda PCX 150 cukup aman di ajak hujan-hujanan dan melewati genangan air pada batas aman (tidak melewati box filter udara). Saya cukup puas dengan Performance, handling dan braking-nya, motor ini pas untuk aktivitas jarak pendek dan menengah. Dan seperti biasa rasanya suatu saat saya harus mengajaknya untuk menempuh jalan yang lebih jauh … di ajak touring lintas propinsi, menapak jejak di sudut Indonesia yang memiliki pesona keindahan alam yang luar biasa. Kita tunggu saja …

Dimas Ekky Tempati Posisi 4 di Seri Perdana CEV

Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) Dimas Ekky Pratama berhasil menempati posisi 4 besar di laga pembuka CEV Moto2 European Championship 2018 (25/3). Sementara itu, Gerry Salim masih belum menemukan performa terbaiknya di seri perdana CEV Moto 3 Junior World Championship.

Dimas Ekky membuat langkah besar dengan bersaing ketat pada barisan depan dua balapan Moto2. Dimas berhasil finis di urutan keempat pada dua balapan tersebut. Gerry Salim mengalami highside dan terjatuh di tikungan 6 pada lap pertama debutnya di Moto3 Junior World Championship.


Dimas Ekky melakukan start yang sangat bagus pada balapan pertama dan masuk grup depan untuk bersaing memperebutkan podium. Pebalap AHRT tersebut sempat bersaing ketat dengan pebalap asal Swiss, Jesko Raffin. Kondisi lintasan yang masih basah di beberapa titik membuat Dimas kesulitan untuk mempertahankan tekanannya. Pada balapan kedua, dia sekali lagi bersaing dalam perebutan podium. Namun Dimas harus kembali puas dengan finis di posisi keempat. Hasil ini membuatnya berada di posisi ke-4 pada klasemen sementara pebalap dengan 26 poin.
Read More…

Kampanye Berkendara Aman, Wahana Aksi Turun ke Jalan

Dukung Operasi Keselamatan Jaya 2018 Polisi Lalu Lintas Dikyasa Polres Tangerang Kota, tim Safety Riding Promotion Wahana turun ke jalan kampanyekan berkendara aman pengendara motor.

Kampanye turun ke jalan yang berlangsung pada Kamis (22/03) lalu di perempatan Tanah Tinggi Tangerang ini diisi dengan beragam aksi. Selain membagikan leaflet safety riding, tim SRP juga himbau pengendara untuk lebih sadar berkendara aman dengan membentangkan spanduk tepat saat pemotor berhenti di lampu merah.


” Kami punya semangat sama dengan polisi, kampanye cari aman yang sedang digaungkan juga bertujuan himbau pengendara untuk lebih aman serta tertib saa dijalan raya,” papar Head of Safety Riding Wahana, Agus Sani.

Pada saat yang sama, tim SRP juga bagikan helm kepada pengendara secara acak. Himbauan pasang helm secara benar juga dilakukan pada pengendara yang terlihat tidak menggunakan helm secara benar.

Menggandeng komunitas sepeda motor yang tergabung dalam Asosiasi Honda Jakarta (AHJ) dan Asosiasi Honda Motor Tangerang (AHMT) kampanye berjalan selama dua jam. Tidak hanya kali ini, aksi turun ke jalan dan dukung pihak kepolisian, kegiatan kampanye merupakan agenda rutin yang sering dilakukan tim SRP Wahana.

Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati selama ini selalu menempatkan paham berkendara aman sebagai hal wajib yang perlu disebarkan kepada pengguna sepeda motor.

” Dengan langsung turun ke jalan, kami ingin ciptakan efek yang spontan. Dengan himbauan yang kami berikan setidaknya pengendara dapat menyadari bahwa keselamatan berkendara sangatlah penting baik bagi pribadi maupun orang lain, ” tutup Agus Sani,

Pebalap Astra Honda Lanjutkan Kebanggaan Pengibaran Merah Putih di ATC 2018

Buriram, Thailand – Pebalap Astra Honda meneruskan kebanggaan pengibaran bendera Merah Putih pada kedua balapan Asia Talent Cup (ATC) 2018 seri Buriram. Mario Suryo Aji berhasil meraih podium kedua pada balapan pertama (24/3) dan Afridza Munandar meraih podium ketiga pada balapan kedua (25/3) di Chang International Circuit, Buriram Thailand.


Race pertama ATC seri Buriram diselenggarakan pada Sabtu (24/3). Meski hanya berselang satu minggu dari ATC putaran pertama yang diselenggarakan di Qatar, pebalap-pebalap binaan Astra Honda tetap menunjukkan semangatnya untuk bertarung di lintasan balap. Pebalap Mario Suryo Aji berhasil mempersembahkan podium kedua di balapan pertama dengan raihan waktu tercepat 1’47.532. Prestasi serupa pun sebelumnya telah dicetak pebalap muda ini di seri Qatar.

Sementara itu hasil apik pun ditunjukkan pebalap Astra Honda lainnya pada balapan pertama. Afridza Munandar berhasil finish di posisi lima, diikuti M. Adenanta Putra di posisi ke tujuh, dan Lucky Hendriansya yang menyentuh garis finish di posisi 13. Namun sayang, pada race pertama ini Agung Fachrul tidak bisa menuntaskan balapan setelah crash di lap ke 12.
Read More…

5 Pebalap Astra Honda Hadapi Putaran 2 ATC di Buriram

Jakarta –5 pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) bersiap menghadapi putaran kedua Asia Talent Cup (ATC) 2018. Pengalaman seri pertama dijadikan modal para pebalap muda Indonesia ini untuk menambah podium di Buriram International Circuit (24-25/3).

Hanya berjarak seminggu dari seri pertama, kini Mario Suryo Aji, M Adenanta Putra, Lucky Hendriansya, Muhammad Agung Fachrul dan Afridza Syach Munandar harus kembali bersiap dan berusaha kembali menghadapi ketatnya persaingan dengan para pebalap pilihan dari negara-negara Asia. Perjalanan dari Qatar ke Thailand juga tentunya menguras tenaga dan konsentrasi para pebalap. Hal tersebut harus mereka hadapi untuk merebut podium kembali dan menjadi kebanggaan bagi bangsa.

GM Marketing Planning & Analysis Division AHM Agustinus Indraputra mengatakan setiap seri pasti memberikan tantangan dan hambatan tersendiri, terlebih seri kedua ini hanya berjarak sepekan. Tapi pengalaman di seri pertama dan semangat juang para pebalap, disertai dukungan dari AHM akan mampu menghasilkan hasil yang terbaik untuk Indonesia menjadi juara.

“Tidak ada yang mudah di balapan, rasa lelah, adaptasi cepat dan bertarung melawan pebalap potensial dari berbagai negara bukanlah lawan yang mudah untuk mereka taklukan dalam usaha menaikan level. Meski demikian, kami yakin para pebalap akan selalu terus berusaha untuk mengembangkan kemampuannya. Pengalaman di sirkuit Buriram serta raihan positif di seri pertama, kami yakin mampu memberi semangat lebih ke mereka menghadapi putaran kedua ini dalam mengincar podium kemenangan,” ujar Indraputra.

Sirkuit Buriram International Circuit sudah tidak asing lagi bagi Mario Suryo Aji, M Adenanta Putra dan Lucky Hendriansya. Ketiganya mempunyai pengalaman balap di sirkuit yang juga dipakai pada ajang MotoGP tersebut.

Mario dan Adenanta bahkan mempunyai kenangan manis di sirkuit tersebut saat menaiki podium pada ajang Thailand Talent Cup 2017. Mario pun di tahun ini telah naik podium pada ajang Asia Road Racing Championship di sirkuit yang sama.
Read More…

SMK Binaan Honda Ubah Limbah Jadi Bermanfaat

Jakarta, 23 Maret 2018 – Tidak hanya jadi limbah, oli bekas praktek siswa Teknik Sepeda Motor dan Bisnis Honda diubah jadi bahan bakar Kompor Bahan Bakar Oli Bekas (BBOB) oleh salah satu SMK binaan Wahana, SMK Excellent 1 Tangerang.


Tidak hanya kompor dengan bahan bakar oli bekas, 6 SMK binaan Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) juga ciptakan karya yang menggunakan beragam limbah bengkel praktek sekolah mereka. Ide dan inovasi ini dilombakan dalam kompetisi bertajuk ‘Wahana Waste Competition’ di training center Wahana Jatake Tangerang, Kamis ( 22/03).

Keenam SMK yang ikut berkompetisi merupakan hasil penyaringan dari 35 proposal yang mengikuti kompetisi unik ini. SMK yang terpilih menyajikan presentasi hasil karyanya dihadapan juri adalah SMK Excellent 1 Tangerang dengan karya kompor bahan bakar oli bekas, SMK 53 Jakarta dengan karya botol oli bekas jadi produk multiguna tempat sabun, pot dan lampu, SMK Jaya Buana dengan karya Buana Smart light, SMK 93 Jakarta dengan karya kipas angin portabel, SMK Mutiara Bangsa dengan karya pemotong singkong, dan SMK Yuppentek dengan karya listrik tenaga hidro.

” Tidak hanya membuat karya dari limbah, peserta wajib mempresentasikan analisa target pasar, hingga rencana promosi,” papar Head of Corporate Social Responsibility Wahana sekaligus ketua Yayasan Wahana Artha, Ronnal Prawira. Ia menambahkan, tidak hanya menguntungkan bagi pribadi namun diharapkan karya mereka dapat ikut bermanfaat untuk orang sekitar.

Penjurian keenam peserta Wahana Waste Competition ini dilakukan oleh praktisi dan pelaku industri kreatif salah satunya Arto Subiantoro CEO Gambaran Indonesia yang memiliki program Big Circle di Metro TV. Tidak hanya mencermati ide dan hasil karya, para juri juga berikan saran membangun kepada setiap tim yang tampil dalam kompetisi ini.

Selain memperebutkan hadiah, juara satu kompetisi ini otomatis akan menjadi perwakilan SMK Jakarta Tangerang pada kontes Astra Honda Best Student (AHMBS) 2018. ” Juara pertama kompetisi olah limbah bengkel ini akan kami berikan pendampingan dan pembekalan materi lebih dalam untuk kontes nasional Astra tahun ini, ” tegas Ronnal.

Sejalan dengan 3 misi Yayasan Wahana Artha di bidang pendidikan lingkungan dan kesehatan, lewat kompetisi ini diharapkan seluruh limbah bengkel tidak terbuang percuma namun memiliki nilai ekonomis sekaligus seni yang dapat bermanfaat bagi orang banyak.

Pemenang Wahana Waste Competition

1. SMK Jaya Buana Tangerang = Buana Smart Light
2. SMK Excellent 1 Tangerang = Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas
3. SMK 53 Jakarta = Pengolahan Limbah Botol Oli Bekas Pelumas Menjadi Produk Wadah Handsoap