Helm Tepat, Berkendara Makin Nikmat

Meski kecil namun sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Tanpa ‘dia’ nyawa menjadi pertaruhan saat bersepeda motor. Saking pentingnya, benda ini jadi perlengkapan vital berkendara dalam undang-undang lalu lintas. Itulah Helm, jangan sepelekan benda ini saat berkendara motor.

Tidak hanya semata sebagai alat transportasi, kini sepeda motor telah menjadi bagian gaya hidup bahkan mempertegas kelas sosial pengendaranya. Selain ‘tunggannya’, penikmat kendaraan roda dua juga melengkapi diri dengan perlengkapan wajib berkendara, Helm. Tidak hanya sekedar melindungi kepala, penggunaan helm kini juga ikut menjadi identitas pengendara motor.

“Helm adalah bagian penting berkendara motor. Penggunaan helm kini makin baik, bahkan helm miliki unsur-unsur yang dapat mempertegas pengendara motor. Tidak hanya bentuk unik, helm dengan harga hingga jutaan rupiah kini lazim ditemui di jalanan,” jelas Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani.

Agus Sani menambahkan, pemilihan helm yang tepat juga jadi satu faktor pendukung keselamatan berkendara. Untuk itu, diperlukan pemahaman terkait pemilihan helm bagi pengendara mulai dari mencocokan dengan jenis motor, tujuan penggunaan, hingga pemilihan jenis sesuai tujuan berkendara seperti turing, off road ataupun harian. Dengan pemilihan yang tepat, selain keselamatan dipastikan kegiatan bersepeda motor akan makin nyaman.

Berikut jenis helm mulai dari jenis hingga peruntukan penggunaan.

1.           Full face

Sesuai dengan namanya, helm ini menutup sempurna bagian kepala hingga wajah. Dipastikan helm ini maksimal melidungi kepala dan wajah saat terjadi kecelakaan. Helm jenis ini biasa digunakan pengendara motor sport yang identik dengan kecepatan.

Menutup kepala, wajah dan sebagaian leher, helm ini juga pilihan terbaik berkendara jauh. Jenis helm ini juga memiliki pelindung bagian rahang, dagu dan pipi. Desain full face terkadang tidak disukai oleh seluruh pengendara motor karena sifatnya yang tertutup full, terkesan pengap dan panas. Namun beberapa pabrikan kini telah berikan perubahan pada sistem ventilasi yang lebih baik sehingga lebih nyaman digunakan. Helm full face memiliki fans tersendiri, khususnya penggila balap. Banyak pilihan dipasaran yang dapat diperoleh mulai dari kelas menengah hingga mewah sekelas pebalap MotoGP.

2.           Modular

Setipe dengan Full Face, Helm jenis modular juga menutup seluruh bagian kepala dan wajah. Perbedaan terdapat pada pembukaan helm bisa dilakukan dari bagian dagu hingga wajah sehingga mempermudah kegiatan telepon ataupun sekedar minum saat perjalanan.

Helm ini juga jadi salah satu favorit penggemar turing semi off road banyak dikenakan oleh penggemar sepeda motor jenis Adventure seperti Honda Africa Twin dan CRF250 Rally atau Honda CB500X. Helm modular biasanya agak lebih berat dibandingkan dengan helm pada umumnya, sehingga helm ini sering dihindari oleh pengendara untuk aktifitas harian.

3.           Open Face

Open berarti terbuka, maka jenis helm ini memiliki bagian yang terbuka. Meski melindungi bagian kepala, bagian wajah menjadi rentan cedera saat kecelakaan terjadi. Meski demikian, pengendara motor dengan selera old school, custom, dan klasik sering memilih helm ini guna mempertegas identitas pengendaranya.

Agus Sani tidak menyarankan penggunaan helm ini untuk kegiatan turing dan offroad. Tidak hanya berkesan santai, keselamatan dan kenyamanan pengendara jadi alasan utamanya. Disarankan, pengendara dapat menetukan dengan bijak penggunaan helm ini dalam penggunaannya. Untuk aktifitas harian helm ini jelas lebih simpel.

4.           Off Road

Memiliki bentuk paling beda dengan ketiga tipe helm diatas, helm off road jelas diperuntukkan penggemar ‘trabas’ alias trail.

Masuk dalam kategori full face, namun pada bagian wajah, pelindung bagian mulut lebih maju dan menggunakan google sebagai pelindung mata dan sebagian wajah. Helm off road pada bagian sisi kanan dan kirinya terlihat lebih ramping, serta terdapat pelindung yang lebih panjang di bagian depan untuk melindungi dari terik matahari. Karena peruntukan yang lebih dikhususkan untuk kegiatan trail, helm ini dipastikan tidak nyaman untuk berkendara harian ataupun turing motor sport.

Dari beragam tipe helm diatas, masih ada beberapa unsur pada helm yang juga mempengaruhi faktor kenyamanan berkendara. “Kaca helm, adalah bagian yang tidak bisa disepelekan. Pemilihan kaca bening atau gelap juga perlu dapatkan perhatian untuk menentukan waktu berkendara terang atau gelap,” tambah Agus.

Selain itu, perkembangan perlengkapan berkendara terutama helm terus mengalami banyak kemajuan dalam rangka berikan kenyamanan berkendara. Salah satunya solusi atasi kabut atau fog pada saat hujan dan penambahan alat komunikasi antar pengendara yang ‘doyan’ turing meningkatkan faktor keselamatan berkendara.

Setelah mengenal berbagai jenis helm tadi, anda pasti sudah tahu mana yang sesuai dengan kebutuhan anda. Tetap gunakan helm saat berkendara karena keselamatan adalah hal yang paling utama.

Tim Safety Riding Promotion (SRP) tetap terapkan Prokes dalam kegiatan tatap muka

Menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Tim Safety Riding Promotion (SRP) Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) mulai gelar edukasi safety riding tatap muka sepanjang Mei hingga Juni 2021.

Tidak seperti biasanya, edukasi safety riding yang berlangsung di Training Center Wahana, Jatake Tangerang kini dibatasi hanya 30 persen dari jumlah seperti waktu normal sebelumnya. Selain jaga jarak dan wajib gunakan masker, waktu penyampaian materi dan praktek juga ikut dipersingkat.

“Sepanjang Mei hingga Juni kami mulai adakan edukasi untuk berbagai kelompok seperti komunitas, korporat hingga guru,” jelas Head of SRP Agus Sani. Selanjutnya ia menegaskan, bahwa seluruh pelatihan tentu ikuti kebijakan pemerintah terkait situasi pandemi saat ini.

Setelah setahun ‘libur’ tatap muka dan lebih banyak lakukan kegiatan edukasi berkendara aman secara virtual, semangat sebarkan kesadaran berkendara aman tetap jadi hal utama yang dilakukan Wahana Honda. Hal tersebut terlihat langsung dari padatnya kegiatan virtual serta beragam artikel menarik seputar safety riding juga rutin diupload dalam website resmi Wahana, www.wahanahonda.com.

“Penyebaran paham berkendara aman tetap berlangsung dengan beragam cara. Komitmen ini kami pegang sesuai prinsip ciptakan jalan raya yang lebih aman untuk semua dengan prilaku pengendara yang lebih peduli tentang keselamatan berkendara,’ tutup Agus.

Yayasan AHM Gandeng 101 Content Creator Kampanyekan Keselamatan Berkendara

Kreatifitas anak muda saat ini menjadi kunci penting dalam menyampaikan pesan edukasi yang kreatif dan mengispirasi. Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) mendapatkan 101 karya video unik dan kreatif karya insan muda creator berbakat dalam ajang kreatifitas Short Movie Contest (SMC) 2021. Antusias tinggi peserta kontes ini semakin menguatkan peran penting anak muda dalam edukasi keselamatan berkendara di tengah masyarakat.

Short Movie Contest (SMC) 2021 merupakan salah satu gerakan Road Safety Campaign yang digulirkan Yayasan AHM untuk terus berupaya untuk menghadirkan budaya keselamatan berkendara yang aman dan nyaman di Indonesia, kendati di masa pandemi. Para Content Creator muda menyuguhkan banyak karya kreatif film pendek berdurasi 3 hingga 5 menit bertema “Berkendara Aman dan Nyaman” pada gelaran yang berlangsung pada periode 26 Maret – 28 Mei 2021. Pada ajang ini, para peserta membuat konten video kreatif menggunakan kamera professional seperti SLR/Mirrorless ataupun kamera handphone dan juga software editing video yang dikuasai. Proses penjurian SMC 2021 dilakukan oleh para dewan juri dari content creator professional dan perwakilan manajemen AHM.

Dengan memperhatikan beberapa aspek penilaian seperti kesesuaian tema, konsep film, bahasa, kreativitas tampilan dan metode penyampaian yang kekinian, terpilih 3 karya anak muda kreatif terbaik dan 3 video terfavorit pilihan masyarakat. Yayasan AHM juga mengapresiasi 20 pengirim video pertama yang dikirim pada awal periode kontes. Short Movie Contest (SMC) 2021 menyiapkan total hadiah sebesar Rp38 juta untuk para kreator video berbakat dari seluruh Indonesia. Para pemenang ajang ini, mendapat apresiasi uang tunai Rp12 juta bagi juara pertama, Rp8 juta bagi juara kedua, dan Rp5 juta bagi juara ketiga. Sementara itu juara terfavorit pilihan publik mendapatkan hadiah sebuah Smartphone.

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan generasi muda berperan besar dalam menyebarkan pesan positif di era milenial ini. Kegiatan Short Movie Contest Keselamatan berkendara ini merupakan bagian dari upaya Yayasan AHM dalam mengampanyekan budaya aman berkendara dengan bahasa, gaya anak muda saat ini, termasuk melalui video yang digemari generasi muda saat ini.

“Jika 1 video karya content creator muda ini ini dilihat 500-600 orang, maka ajang yang menghasilkan 101 video kreatif ini bisa menyampaikan pesan keselamatan berkendara kepada setidaknya lebih dari 60 ribu orang. Kami berharap generasi muda kreatif ini dapat terus konsisten membuat konten yang menarik di media sosialnya. Kami akan terus mendukung penyebaran pesan berkendara aman dan nyaman di jalan raya,” ujar Muhibbuddin.

Khas Anak Muda

Setelah melalui proses seleksi yang ketat dari berbagai karya peserta yang penuh kreatifitas, juara pertama diraih oleh STM Project Community melalui karya kreatif berjudul “A Journey Dara Dira” yang menceritakan gaya liburan yang aman dan menyenangkan ke Danau Rupang Kalimantan Barat ditemani sepeda motor Honda BeAT. Pesan bekendara aman dikemas dalam video khas anak muda yang kekinian.

Konten menarik juga ditunjukkan pada peraih juara kedua yaitu Shot & Chill Production dengan judul film pendek “Bingung”. Konten video menceritakan kisah kekuatiran akan bahaya menjemput kekasih pulang kerja namun tidak memenuhi prinsip berkendara aman. Alur cerita yang menarik menimbulkan rasa penasaran untuk mengkiti film ini hingga akhir. Peraih juara ketia diraih oleh Wahid Shofauzadi & Fairul Umam dengan judul “Liburan Bersama Honda” yang bercerita tentang seorang traveller dalam melakukan perjalan liburan ke gunung dengan berbagai cerita suka dan duka selama perjalanan. Film ini begitu detail memaparkan persiapan yang harus dilakukan biker sebelum berpetualang naik motor.

Yayasan AHM juga mengapresiasi 3 video terfavorit diraih oleh Tinari Production judul film “Masa Depanku”, Bintang Catur dengan judul “Pesan Ibu” dan Azhar Riau Pamungkas dengan judul “Naga”. Film pendek favorit dan film pemenang kegiatan ini dapat disaksikan di channel Youtube Sahabat Satu Hati.

Waspadai Bahaya Blind Spot Ketika Berkendara

Berkelana dengan sepeda motor di jalan raya memang menyenangkan dan lebih efisien secara waktu. Dengan dimensi yang lebih kecil, sepeda motor memiliki kemampuan berkendara lebih lincah dan mudah untuk menyalip kendaraan lain, namun juga berpotensi sulit terdeteksi di area blind spot kendaraan lain yang lebih besar.

“Seringkali pengendara kurang berhati-hati ketika berada di samping atau belakang kendaraan yang memiliki ukuran besar sehingga tanpa sadar pengendara sepeda motor berada pada posisi blind spot yang berpotensi terlibat dalam kecelakaan ketika berkendara,” ujar Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Johanes Lucky.

Blind spot merupakan “titik buta” kendaraan yang tidak bisa dijangkau oleh mata pengendara dan spion standar kendaraan. Untuk menekan potensi terjadinya kecelakaan akibat “titik buta” tersebut, berikut tips untuk mengantisipasinya:

1.       Pahami dan ketahui area blind spot kendaraan kita dan juga kendaraan lain dengan mengikuti pelatihan safety riding agar mampu memprediksi bahaya apa saja yang dapat terjadi ketika bekendara. Salah satu tempat pelatihan safety riding yang tersedia saat ini bisa ditemui di AHM Safety Riding Park, Deltamas, Cikarang.

2.       Pastikan area blind spot kita secara visual dengan melihat ke kanan atau ke kiri sebelum berubah arah atau lajur kendaraan. Alternatif lainnya, dapat juga memasang spion tambahan untuk meminimasi area blind spot kita.

3.       Fokus mata dan pendengaran saat berkendara untuk memaksimalkan kewaspadaan kita terhadap lalu lintas jalan. Untuk itu, hindari mendengarkan musik dengan headset saat berkendara serta hindari menggunakan knalpot tidak standar karena berpotensi menurunkan konsentrasi dan kewaspadaan kita saat berkendara.

4.       Selalu memposisikan di area luar blind spot kendaraan lain agar terlihat oleh kendaraan lain.

5.       Bunyikan klakson atau lampu untuk melakukan konfirmasi kepada pengguna jalan lain bahwa apabila kita berada pada area blind spot-nya dan segera keluar dari area blind spot tersebut.

6.       Menggunakan pelengkapan berkendara yang terlihat, sehingga tidak mudah terabaikan oleh kendaraan lain.

7.       Selalu jaga jarak aman dengan kendaraan lain saat berkendara.

“Semakin besar suatu kendaraan maka “titik buta” saat berkendaranya semakin luas. Selain memahami posisi blindspot suatu kendaraan, pengendara juga harus menerapkan #cari_aman dalam berkendara sehingga meminimalisir resiko kecelakaan,” tutup Lucky.

Patuh Tidak Mudik, Ratusan Konsumen Honda Lepas Rindu Melalui Silaturahmi Virtual

Demi mendukung upaya pemerintah menekan penularan Covid-19 saat libur panjang Lebaran, ratusan konsumen Honda memilih patuh tidak mudik ke kampung halaman dan menjadi bagian dari silahturahmi akbar secara virtual yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM). Dalam kegiatan ini, para konsumen Honda juga turut melepas rindu bersama perwakilan keluarga di kampung halaman, dan menyaksikan penyerahan bingkisan Lebaran spesial yang disiapkan AHM bersama jaringannya.

Silahturahmi bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1442 H terasa berbeda bagi para konsumen Honda yang terbiasa mudik ke kampung halaman setiap tahun. Pengalaman baru yang tak terlupakan dalam silaturhami akbar AHM diikuti 314 konsumen terpilih dari peserta program Mudik-Balik Honda (MBBH) 2019 dan pembeli Honda BeAT di Jakarta dan sekitarnya.

Konsumen terpilih ini merupakan konsumen yang merantau jauh dari kota kelahirannya di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Apresiasi bingkisan Lebaran disiapkan AHM untuk keluarga mereka di kampung halaman, didukung oleh main dealer atau dealer sesuai dengan area kota asal konsumen.

Continue reading “Patuh Tidak Mudik, Ratusan Konsumen Honda Lepas Rindu Melalui Silaturahmi Virtual”

AHM Berbagi Tips Berkendara Aman dan Tetap Stylish untuk Perempuan

Kepedulian PT Astra Honda Motor (AHM) kepada perempuan Indonesia terus dilanjutkan melalui gelaran edukasi keselamatan berkendara yang disampaikan langsung oleh Kartini masa kini bidang keselamatan, yaitu instruktur perempuan dari Safety Riding Honda. Kegiatan ini diikuti 661 anak muda dari sekolah SMK Mitra Industri MM2100 dan Universitas Indonesia.

Berkendara dengan sepeda motor kini juga banyak dilakukan oleh kaum perempuan untuk menunjang aktivitas mobilisasi dan gaya hidupnya. Untuk dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan tetap stylish, perempuan perlu memperhatikan beberapa faktor sejak sebelum mulai berkendara.

Pada kegiatan webinar dan talkshow edukasi keselamatan berkendara untuk perempuan, para peserta tidak hanya dibekali tentang cara berkendara yang baik dan benar. Para instruktur perempuan dari Safety Riding Honda juga berbagi informasi terkait pemilihan pakaian dan perlengkapan berkendara yang aman dan tetap stylish, kondisi apa saja yang memiliki pengaruh terhadap performa berkendara baik secara fisik maupun emosional, postur berkendara yang baik dan benar, bagaimana cara membawa barang yang aman, tips untuk tetap berpenampilan menarik ketika berkendara, termasuk penggunaan helm bagi para pengguna hijab. Para anak muda ini juga diharapkan tetap mengutamakan #Cari_aman selama berkendara.

Continue reading “AHM Berbagi Tips Berkendara Aman dan Tetap Stylish untuk Perempuan”

Tips Ringan Amankan Motor dari Ranmor

“Makin aman korban, makin pintar maling” kira – kira itulah pribahasa yang berkembang dimasyarakat terkait “kreativitas” pencuri kendaraan roda dua alias Ranmor (Pencurian kendaraan bermotor). Seakan tanpa kendala, hanya dalam hitungan detik pencurian sepeda motor bisa terjadi. Berikut tips aman ala Technical Service Function (TSF) Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) untuk menjaga keamanan sepeda motor kesayangan.

“Semua tingkat keamanan motor pastinya punya peluang ditembus. Tetap disarankan menggunakan kunci ganda di area lain misal kunci disc, alarm dan sebagainya,” buka Mukti, Instruktur TSF Wahana membuka pesan terkait keamanan sepeda motor. Pesan tersebut merupakan himbauan terkait dengan semakin ‘canggihnya’ maling sepeda motor dalam menyikapi perkembangan teknologi keamanan standar pabrikan.

Meski seluruh produk khususnya Honda telah melengkapi keamanan kunci dengan penambahan tutup magnet lubang kunci, hal ini tidak persulit pencurian kendaraan motor yang hanya dilakukan dalam hitungan detik. Mukti menyarankan ada baiknya untuk memperlambat upaya pencurian motor, stang motor terparkir yang biasa kesebelah kiri kini dibalik kesebelah kanan. “Ketika parkir membalikan stang motor kearah kanan bisa menambah waktu pencurian namun tetap dapat diakali oleh pencuri,” jelasnya.

Continue reading “Tips Ringan Amankan Motor dari Ranmor”

Adira Insurance Petakan Profil Keselamatan Jalan di Indonesia

Pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19 menimbulkan dampak negative yang luas terhadap berbagai sektor secara nasional maupun global. Kebijakan social distancing (jaga jarak dan menghindari kerumunan) yang diterapkan di seluruh dunia telah menurunkan aktivitas dan pergerakan masyarakat secara drastis di seluruh kota, termasuk di Indonesia. Terjadi penurunan yang signifikan pada volume kendaraan di jalan dan jumlah penumpang pada berbagai moda transportasi umum.

Hal ini yang juga menyebabkan turunnya angka kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya sepanjang 2020. Menurut Polda Metro Jaya Bidang Lalu Lintas, pada masa pandemi Covid-19, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) pada sepanjang 2020 menurun hingga 7.565 kasus. Meskipun angka ini turun dari angka sebelum pandemi, namun masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan penurunan volume kendaraan di jalan raya dan kasus kecelakaan yang hanya turun 15% atau 8.877 kasus dibandingkan tahun 2019..

Data tersebut menunjukkan bahwa risiko kecelakaan lalu lintas tidak hanya bergantung pada situasi lalu lintas. Menurut data Kepolisian yang dihimpun oleh Kominfo (2017), rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan di Indonesia. Data yang sama menyatakan 3 penyebab utama kecelakaan lalu lintas antara lain; faktor manusia (61%), yang berkaitan dengan kemampuan serta karakter pengemudi, faktor prasarana dan lingkungan (30%), dan faktor kendaraan (9%). Salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas adalah perilaku pengemudi yang tidak aman. Melihat tingginya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas, PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) menyadari pentingnya meningkatkan kepedulian masyarakat akan keselamatan jalan.

Wayan Pariama, Direktur Adira Insurance, mengungkapkan “Adira Insurance menggagas program CSR “I Wanna Get Home Safely” (IWGHS), sebuah kampanye yang menggaungkan pesan keselamatan jalan bagi masyarakat luas di Indonesia yang kini sudah berjalan selama lebih dari 10 tahun. Kami melihat bahwa untuk meningkatkan kesadaran berperilaku aman dan selamat, diperlukan edukasi keselamatan berkendara yang meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengguna jalan.”

Salah satu program dalam IWGHS adalah Indonesia Road Safety Award (IRSA). IRSA merupakan penghargaan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten yang memiliki penerapan tata kelola keselamatan jalan terbaik di Indonesia. IRSA digagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan dan fatalitasnya di Indonesia dan mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, masyarakat dan berbagai pihak lainnya untuk peduli terhadap keselamatan jalan.

Tahun ini, menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19, Adira Insurance melakukan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaan IRSA demi mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh peserta, serta mendukung instruksi Pemerintah untuk mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19. Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan komitmen Adira Insurance untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku selamat saat berada di jalan. Sebagai bagian dari komitmen ini, Adira Insurance melakukan studi pemetaan profil keselamatan jalan di 15 kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui Road Safety Behavior Research. Berbeda dari program IRSA sebelumnya, riset tahun ini berfokus pada perilaku berkendara masyarakat Indonesia yang mencakup tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku.

Wayan Pariama menegaskan, “Keselamatan jalan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kesadaran dan perilaku mengemudi yang aman sangat penting dalam mendukung keselamatan jalan. Hal ini harus menjadi perhatian oleh semua pihak. Kami senantiasa berkomitmen untuk dapat berkontribusi dalam mendukung dan menggalakkan peningkatan keselamatan jalan di Indonesia.”

Narasumber :
Atas (Ki -Ka)
DR. IR. BUDI HIDAYAT, M.ENG.SC SELAKU PERENCANA AHLI UTAMA DIREKTORAT SARANA PRASARANA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL ATAU BAPPENAS.
AKBP DANANG SARIFUDIN, SIK SELAKU KASI PRODUK DIKMAS DITKAMSRL KORLANTAS POLRI.
Bawah (Ki – Ka)
ROHMAT PURNADI SELAKU HEAD OF BUSINESS DIGEST MAJALAH SWA.
WAYAN PARIAMA SELAKU DIREKTUR ADIRA INSURANCE.
KI DARMANINGTYAS SELAKU KETUA INSTRAN (INSTITUT TRANSPORTASI)

Melalui project IRSA sebelumnya, Adira Insurance melihat implementasi program keselamatan jalan di pemerintah kota dan kabupaten serta persepsi masyarakatnya, sementara riset tahun ini berfokus pada aspek berbeda yaitu perilaku masyarakat itu sendiri. Riset ini dilakukan dalam periode 3 bulan sejak Oktober 2020. Riset dilakukan berdasarkan 1.500 responden yang tersebar di 15 Kota besar di Indonesia, yaitu; DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, Padang, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Makassar.

Hasil riset menunjukkan bahwa rata-rata indeks keselamatan berkendara di Indonesia mencapai 76%. Nilai tersebut didapat dari aspek pengetahuan/knowledge mencapai 87%, aspek sikap/attitude mencapai 83% serta aspek perilaku/behavior memiliki indeks terendah yaitu 58%.

“Kami berharap riset ini dapat membantu mendefinisikan indeks keselamatan berkendara dari pemetaan profil berkendara masyarakat Indonesia dan mengukur risiko dari perilaku masyarakat Indonesia di jalan. Risiko dalam temuan ini tentunya harus dikelola untuk dapat mewujudkan keselamatan jalan. Kami juga berharap riset ini dapat menjadi inspirasi maupun referensi bagi Pemerintah, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta lainnya dan masyarakat untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang lebih baik di Indonesia,” tambah Wayan.

Untuk menyampaikan hasil kajian ini ke seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan wawasan masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara, Adira Insurance menggelar webinar bertajuk Indonesia Bangkit: Pulihnya Mobilitas dan Tingkatkan Kesadaran Berperilaku Aman dan Selamat Saat Berada di Jalan (30/03) yang turut dihadiri oleh AKBP Danang Sarifudin, SIK selaku Kasi Produk Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, Rohmat Purnadi selaku Head of Business Digest, Wayan Pariama, Head of Government Relations Adira Insurance serta Darmaningtyas selaku Ketua INSTRAN (Institut Studi Transportasi).

“Kami berharap webinar ini dapat membangun kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku aman dan selamat saat di jalan, terutama saat ini seiring dengan pulihnya mobilitas pasca pandemi. Oleh sebab itu, kami menggandeng pakar-pakar ahli dalam merumuskan penerapan keselamatan jalan dan mewujudkan keselamatan berkendara yang semakin baik dari waktu ke waktu di Indonesia,” tutup Wayan.

Begini Postur Berkendara yang Nyaman Buat Ngegas

Berkelana menggunakan sepeda motor memang menyenangkan. Agar berkendara tidak mudah lelah yang berpotensi menurunkan konsentrasi, perlu diperhatikan postur berkendara yang tepat.

Kenyamanan berkendara yang menyenangkan akan semakin maksimal jika didukung oleh kendaraan yang tepat. Salah satu contohnya, bisa dicoba ngegas dengan Honda PCX yang baru saja dirilis ke public bulan lalu. Skutik besar dengan mesin 160cc eSP+ ini ini menawarkan segitiga ergonomi postur berkendara yang cocok untuk perjalanan jarak dekat maupun jauh. Berikut beberapa postur berkendara yang nyaman dan menyenangkan  :

1.    Ride on Position

Pada posisi ini, tubuh bagian atas pengendara akan lebih santai. Hal ini dikarenakan posisi punggung yang tegak sehingga dapat menurunkan stress pada bagian bahu, punggung dan leher. Pada Honda PCX, posisi stang kemudi yang sedikit lebih tinggi dari posisi pinggul membuat tangan bagian depan lebih rileks. Menurunnya ketegangan pada otot tangan bagian depan memberikan handling yang nyaman dan maksimal.

Selain itu, posisi lutut yang relatif rata dengan pinggul dapat mengurangi stres atau ketegangan pada paha, ditunjang dengan design jok yang mampu menyangga dengan baik.

2.    Leasure Position

Leasure position merupakan posisi dimana kaki dapat berpindah ke bagian depan ketika sedang berkendara, seperti yang ditawarkan oleh Honda PCX terbaru. Posisi ini dapat digunakan untuk menurunkan ketegangan pada kaki bagian bawah atau betis saat melakukan perjalanan jarak jauh. Saat dirasa ketegangan pada kaki bagian bawah sudah membaik atau berkurang, kita bisa kembali pada posisi Ride On Position.

Menurut Manager Safety Riding AHM Johanes Lucky, postur berkendara yang benar dan nyaman dapat menurunkan potensi terjadinya kecelakaan akibat kelelahan saat berkendara.

“Dalam berkendara, focus dan kenyamanan menjadi aspek yang sangat penting. Pengendara harus mampu mengidentifikasi medan atau kondisi jalan yang dilewati, tetapi dengan waktu bersamaan juga harus rileks agar menghilangkan ketegangan sehingga mengurangi letih yang terlalu cepat ketika berkendara dengan sepeda motor. Dengan posisi berkendara yang benar serta kendaraan yang nyaman seperti Honda PCX, riders tetap dapat memperhatikan keselamatan dengan #cari_aman sehingga berkendara akan menjadi lebih aman dan menyenangkan,” ujar Lucky.

Wahana Gencarkan Edukasi Berkendara Aman Via Virtual

Meski masih dalam masa pandemi, tim Safety Riding Promotion, Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) tetap fokus edukasi berkendara aman, namun melalui virtual webinar online.

Sepanjang Januari 2021, tim Safety Riding Promotion telah berikan edukasi berkendara online kepada 400 peserta yang terdiri dari sekolah, guru, komunitas motor, hingga korporat. Mengangkat tema Gebrakan 2021 Edukasi SR melalui Online. Meski tanpa praktek, edukasi berkendara aman ini juga penuh dengan pengetahuan, tips, hingga info landasan hukum terkait berlalu lintas.

Continue reading “Wahana Gencarkan Edukasi Berkendara Aman Via Virtual”