Tips Ringan Amankan Motor dari Ranmor

“Makin aman korban, makin pintar maling” kira – kira itulah pribahasa yang berkembang dimasyarakat terkait “kreativitas” pencuri kendaraan roda dua alias Ranmor (Pencurian kendaraan bermotor). Seakan tanpa kendala, hanya dalam hitungan detik pencurian sepeda motor bisa terjadi. Berikut tips aman ala Technical Service Function (TSF) Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) untuk menjaga keamanan sepeda motor kesayangan.

“Semua tingkat keamanan motor pastinya punya peluang ditembus. Tetap disarankan menggunakan kunci ganda di area lain misal kunci disc, alarm dan sebagainya,” buka Mukti, Instruktur TSF Wahana membuka pesan terkait keamanan sepeda motor. Pesan tersebut merupakan himbauan terkait dengan semakin ‘canggihnya’ maling sepeda motor dalam menyikapi perkembangan teknologi keamanan standar pabrikan.

Meski seluruh produk khususnya Honda telah melengkapi keamanan kunci dengan penambahan tutup magnet lubang kunci, hal ini tidak persulit pencurian kendaraan motor yang hanya dilakukan dalam hitungan detik. Mukti menyarankan ada baiknya untuk memperlambat upaya pencurian motor, stang motor terparkir yang biasa kesebelah kiri kini dibalik kesebelah kanan. “Ketika parkir membalikan stang motor kearah kanan bisa menambah waktu pencurian namun tetap dapat diakali oleh pencuri,” jelasnya.

Continue reading “Tips Ringan Amankan Motor dari Ranmor”

Adira Insurance Petakan Profil Keselamatan Jalan di Indonesia

Pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19 menimbulkan dampak negative yang luas terhadap berbagai sektor secara nasional maupun global. Kebijakan social distancing (jaga jarak dan menghindari kerumunan) yang diterapkan di seluruh dunia telah menurunkan aktivitas dan pergerakan masyarakat secara drastis di seluruh kota, termasuk di Indonesia. Terjadi penurunan yang signifikan pada volume kendaraan di jalan dan jumlah penumpang pada berbagai moda transportasi umum.

Hal ini yang juga menyebabkan turunnya angka kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya sepanjang 2020. Menurut Polda Metro Jaya Bidang Lalu Lintas, pada masa pandemi Covid-19, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) pada sepanjang 2020 menurun hingga 7.565 kasus. Meskipun angka ini turun dari angka sebelum pandemi, namun masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan penurunan volume kendaraan di jalan raya dan kasus kecelakaan yang hanya turun 15% atau 8.877 kasus dibandingkan tahun 2019..

Data tersebut menunjukkan bahwa risiko kecelakaan lalu lintas tidak hanya bergantung pada situasi lalu lintas. Menurut data Kepolisian yang dihimpun oleh Kominfo (2017), rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan di Indonesia. Data yang sama menyatakan 3 penyebab utama kecelakaan lalu lintas antara lain; faktor manusia (61%), yang berkaitan dengan kemampuan serta karakter pengemudi, faktor prasarana dan lingkungan (30%), dan faktor kendaraan (9%). Salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas adalah perilaku pengemudi yang tidak aman. Melihat tingginya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas, PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) menyadari pentingnya meningkatkan kepedulian masyarakat akan keselamatan jalan.

Wayan Pariama, Direktur Adira Insurance, mengungkapkan “Adira Insurance menggagas program CSR “I Wanna Get Home Safely” (IWGHS), sebuah kampanye yang menggaungkan pesan keselamatan jalan bagi masyarakat luas di Indonesia yang kini sudah berjalan selama lebih dari 10 tahun. Kami melihat bahwa untuk meningkatkan kesadaran berperilaku aman dan selamat, diperlukan edukasi keselamatan berkendara yang meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengguna jalan.”

Salah satu program dalam IWGHS adalah Indonesia Road Safety Award (IRSA). IRSA merupakan penghargaan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten yang memiliki penerapan tata kelola keselamatan jalan terbaik di Indonesia. IRSA digagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan dan fatalitasnya di Indonesia dan mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, masyarakat dan berbagai pihak lainnya untuk peduli terhadap keselamatan jalan.

Tahun ini, menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19, Adira Insurance melakukan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaan IRSA demi mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh peserta, serta mendukung instruksi Pemerintah untuk mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19. Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan komitmen Adira Insurance untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku selamat saat berada di jalan. Sebagai bagian dari komitmen ini, Adira Insurance melakukan studi pemetaan profil keselamatan jalan di 15 kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui Road Safety Behavior Research. Berbeda dari program IRSA sebelumnya, riset tahun ini berfokus pada perilaku berkendara masyarakat Indonesia yang mencakup tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku.

Wayan Pariama menegaskan, “Keselamatan jalan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kesadaran dan perilaku mengemudi yang aman sangat penting dalam mendukung keselamatan jalan. Hal ini harus menjadi perhatian oleh semua pihak. Kami senantiasa berkomitmen untuk dapat berkontribusi dalam mendukung dan menggalakkan peningkatan keselamatan jalan di Indonesia.”

Narasumber :
Atas (Ki -Ka)
DR. IR. BUDI HIDAYAT, M.ENG.SC SELAKU PERENCANA AHLI UTAMA DIREKTORAT SARANA PRASARANA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL ATAU BAPPENAS.
AKBP DANANG SARIFUDIN, SIK SELAKU KASI PRODUK DIKMAS DITKAMSRL KORLANTAS POLRI.
Bawah (Ki – Ka)
ROHMAT PURNADI SELAKU HEAD OF BUSINESS DIGEST MAJALAH SWA.
WAYAN PARIAMA SELAKU DIREKTUR ADIRA INSURANCE.
KI DARMANINGTYAS SELAKU KETUA INSTRAN (INSTITUT TRANSPORTASI)

Melalui project IRSA sebelumnya, Adira Insurance melihat implementasi program keselamatan jalan di pemerintah kota dan kabupaten serta persepsi masyarakatnya, sementara riset tahun ini berfokus pada aspek berbeda yaitu perilaku masyarakat itu sendiri. Riset ini dilakukan dalam periode 3 bulan sejak Oktober 2020. Riset dilakukan berdasarkan 1.500 responden yang tersebar di 15 Kota besar di Indonesia, yaitu; DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, Padang, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Makassar.

Hasil riset menunjukkan bahwa rata-rata indeks keselamatan berkendara di Indonesia mencapai 76%. Nilai tersebut didapat dari aspek pengetahuan/knowledge mencapai 87%, aspek sikap/attitude mencapai 83% serta aspek perilaku/behavior memiliki indeks terendah yaitu 58%.

“Kami berharap riset ini dapat membantu mendefinisikan indeks keselamatan berkendara dari pemetaan profil berkendara masyarakat Indonesia dan mengukur risiko dari perilaku masyarakat Indonesia di jalan. Risiko dalam temuan ini tentunya harus dikelola untuk dapat mewujudkan keselamatan jalan. Kami juga berharap riset ini dapat menjadi inspirasi maupun referensi bagi Pemerintah, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta lainnya dan masyarakat untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang lebih baik di Indonesia,” tambah Wayan.

Untuk menyampaikan hasil kajian ini ke seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan wawasan masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara, Adira Insurance menggelar webinar bertajuk Indonesia Bangkit: Pulihnya Mobilitas dan Tingkatkan Kesadaran Berperilaku Aman dan Selamat Saat Berada di Jalan (30/03) yang turut dihadiri oleh AKBP Danang Sarifudin, SIK selaku Kasi Produk Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, Rohmat Purnadi selaku Head of Business Digest, Wayan Pariama, Head of Government Relations Adira Insurance serta Darmaningtyas selaku Ketua INSTRAN (Institut Studi Transportasi).

“Kami berharap webinar ini dapat membangun kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku aman dan selamat saat di jalan, terutama saat ini seiring dengan pulihnya mobilitas pasca pandemi. Oleh sebab itu, kami menggandeng pakar-pakar ahli dalam merumuskan penerapan keselamatan jalan dan mewujudkan keselamatan berkendara yang semakin baik dari waktu ke waktu di Indonesia,” tutup Wayan.

Begini Postur Berkendara yang Nyaman Buat Ngegas

Berkelana menggunakan sepeda motor memang menyenangkan. Agar berkendara tidak mudah lelah yang berpotensi menurunkan konsentrasi, perlu diperhatikan postur berkendara yang tepat.

Kenyamanan berkendara yang menyenangkan akan semakin maksimal jika didukung oleh kendaraan yang tepat. Salah satu contohnya, bisa dicoba ngegas dengan Honda PCX yang baru saja dirilis ke public bulan lalu. Skutik besar dengan mesin 160cc eSP+ ini ini menawarkan segitiga ergonomi postur berkendara yang cocok untuk perjalanan jarak dekat maupun jauh. Berikut beberapa postur berkendara yang nyaman dan menyenangkan  :

1.    Ride on Position

Pada posisi ini, tubuh bagian atas pengendara akan lebih santai. Hal ini dikarenakan posisi punggung yang tegak sehingga dapat menurunkan stress pada bagian bahu, punggung dan leher. Pada Honda PCX, posisi stang kemudi yang sedikit lebih tinggi dari posisi pinggul membuat tangan bagian depan lebih rileks. Menurunnya ketegangan pada otot tangan bagian depan memberikan handling yang nyaman dan maksimal.

Selain itu, posisi lutut yang relatif rata dengan pinggul dapat mengurangi stres atau ketegangan pada paha, ditunjang dengan design jok yang mampu menyangga dengan baik.

2.    Leasure Position

Leasure position merupakan posisi dimana kaki dapat berpindah ke bagian depan ketika sedang berkendara, seperti yang ditawarkan oleh Honda PCX terbaru. Posisi ini dapat digunakan untuk menurunkan ketegangan pada kaki bagian bawah atau betis saat melakukan perjalanan jarak jauh. Saat dirasa ketegangan pada kaki bagian bawah sudah membaik atau berkurang, kita bisa kembali pada posisi Ride On Position.

Menurut Manager Safety Riding AHM Johanes Lucky, postur berkendara yang benar dan nyaman dapat menurunkan potensi terjadinya kecelakaan akibat kelelahan saat berkendara.

“Dalam berkendara, focus dan kenyamanan menjadi aspek yang sangat penting. Pengendara harus mampu mengidentifikasi medan atau kondisi jalan yang dilewati, tetapi dengan waktu bersamaan juga harus rileks agar menghilangkan ketegangan sehingga mengurangi letih yang terlalu cepat ketika berkendara dengan sepeda motor. Dengan posisi berkendara yang benar serta kendaraan yang nyaman seperti Honda PCX, riders tetap dapat memperhatikan keselamatan dengan #cari_aman sehingga berkendara akan menjadi lebih aman dan menyenangkan,” ujar Lucky.

Wahana Gencarkan Edukasi Berkendara Aman Via Virtual

Meski masih dalam masa pandemi, tim Safety Riding Promotion, Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) tetap fokus edukasi berkendara aman, namun melalui virtual webinar online.

Sepanjang Januari 2021, tim Safety Riding Promotion telah berikan edukasi berkendara online kepada 400 peserta yang terdiri dari sekolah, guru, komunitas motor, hingga korporat. Mengangkat tema Gebrakan 2021 Edukasi SR melalui Online. Meski tanpa praktek, edukasi berkendara aman ini juga penuh dengan pengetahuan, tips, hingga info landasan hukum terkait berlalu lintas.

Continue reading “Wahana Gencarkan Edukasi Berkendara Aman Via Virtual”

Perlu Diperhatikan, Inilah Riding Gear yang Tepat Saat Berkendara Off road

Serunya berkendara off road dengan menaklukkan tantangan kontur tanah yang bervariasi membuat semakin banyaknya pecinta off road di Indonesia. Berbicara berkendara Off road juga tidak lepas dengan penggunaan riding gear yang tepat sehingga tetap menjaga keselamatan pengendara di tengah keseruan.

Menurut Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Johanes Lucky, riding gear yang digunakan untuk kegiatan off road maupun di jalan raya tidak jauh berbeda, namun terdapat beberapa elemen riding gear yang memiliki bentuk dan spesifikasi yang berbeda.

Continue reading “Perlu Diperhatikan, Inilah Riding Gear yang Tepat Saat Berkendara Off road”

Langkah Aman Memodifikasi Jok Sepeda Motor

Memodifikasi sepeda motor bisa menjadi salah satu kegiatan yang cukup mengasyikkan, tak terkecuali mengutak-atik jok atau tempat duduk. Namun perlu digarisbawahi, aktivitas memodifikasi motor tetap harus dilakukan dengan benar, tidak mengurangi kenyamanan, dan tentunya mengedepankan unsur keamanan.

Menurut Safety Riding Dept. Head PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Lucky, sebenarnya jok dengan spesifikasi standar bawaan pabrik adalah yang paling sesuai. Hal ini karena jok sudah melewati proses standarisasi dan pengetesan dari beberapa aspek, mulai kenyamanan hingga sisi safety.

”Namun jika ingin memodifikasi, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan pengguna sepeda motor. Terdapat beberapa poin yang akan berubah saat kita mengganti jok standar dengan model lain atau peranti modifikasi,” kata Lucky.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita memutuskan untuk memodifikasi jok sepeda motor:

Tebal-tipis Jok

Secara batasan, sebenarnya tidak ada ukuran baku, karena beda desain sepeda motor akan berbeda pula model dan ketebalan jok. Hal ini karena tebal ataupun tipisnya jok akan sangat memengaruhi posisi berkendara dan kenyamanan saat sepeda motor dikendarai. Ukuran ketebalan jok wajib disesuaikan dengan aspek kenyaman dan keselamatan.

Tekstur atau Bahan

Tekstur lapisan jok wajib lentur dengan bahan dasar tidak licin saat diduduki oleh pengendara. Jok yang licin akan berdampak pada kenyamanan dan juga berpengaruh pada keselamatan. Bisa dirasakan pada saat pengereman, jok yang licin menyebabkan pengendara mudah bergerak ke depan, sehingga proses pengereman menjadi tidak maksimal karena posisi duduk pengendara sudah tidak ideal untuk melakukan pengereman. Sedangkan lapisan jok yang tidak lentur akan mudah sobek dan merusak bagian jok lainnya, seperti busa.

”Kalau lapisan jok sudah sobek, air akan mudah masuk melalui lapisan tersebut. Saat terjadi endapan air pada busa dalam waktu yang lama, maka struktur busa akan berubah menjadi keras dan mengganggu kenyamanan saat berkendara,” jelas Lucky.

Ergonomi

Ketika kita memodifikasi jok sepeda motor, secara ergonomi akan berubah. Contohnya, saat kita melakukan penipisan pada busa jok, maka posisi berkendara akan berubah di bagian lutut, siku dan pandangan. Begitu pula sebaliknya, saat kita menebalkan atau meninggikan jok, posisi pinggul kita akan lebih naik dibandingkan dengan penggunaan jok standar.

”Perubahan tersebut akan menyebabkan pengendara tidak nyaman, dan mudah lelah saat berkendara, serta dapat berdampak negatif pada kestabilan dan kenyamanan berkendara,” kata Lucky.

Pengaruh mengganti jok pada keseimbangan dan kestabilan memang cukup besar. Tidak disarankan memodifikasi jok bagian belakang dibuat lebih tinggi dari jok bagian depan. Hal ini menyebabkan tubuh pembonceng melebihi pengendara, dan tentu saja akan berdampak negatif terhadap aerodinamika kendaraan.

Ingin Berkendara Aman, Kenali 120 Potensi Bahaya di Jalan

Banyak sekali hal-hal yang dapat terjadi saat berkendara di jalan raya, mulai dari yang aman hingga berpotensi menimbulkan bahaya bagi bikers. Berdasarkan simulasi berkendara yang dikembangkan dalam Honda Riding Trainer, ada 120 jenis potensi bahaya yang dapat diketahui oleh para bikers untuk mencegah potensi bahaya di jalan raya.

Menurut Johanes Lucky Margo Utomo, Safety Riding Department Head PT Astra Honda Motor, “Para bikers perlu mengetahui apa saja potensi bahaya yang ditemui di jalan dan bagaimana cara mengatasinya. Pengetahuan dan tips ini bisa mengurangi resiko saat berkendara di berbagai kondisi jalan.” Berikut penjelasan dan tips dari tim Safety Riding AHM dalam mengatasi potensi bahaya di jalan raya.

Jenis Potensi Bahaya

Secara garis besar, jenis potensi bahaya di jalan raya terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, potensi bahaya yang terlihat oleh pengendara tanpa perlu diprediksi oleh para pengendara sepeda motor, seperti kendaraan yang berhenti di pinggir jalan atau kondisi mengantuk saat  berkendara.

Selanjutnya, potensi bahaya yang dapat menarik perhatian dan konsentrasi bikers. Potensi bahaya ini belum terlihat akan tetapi sudah memberikan tanda-tanda untuk menarik perhatian, seperti kendaraan lain yang memberikan tanda lampu sein atau kondisi kendaraan yang menggunakan ban sudah aus. Potensi bahaya ini dikategorikan tingkat menengah dan dibutuhkan pengetahuan lebih untuk menanganinya dengan baik.

Continue reading “Ingin Berkendara Aman, Kenali 120 Potensi Bahaya di Jalan”

Dukung Keselamatan di Jalan Raya, AHM Perkenalkan Pusat Pelatihan Berkendara

PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan pusat pelatihan berkendara Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center (AHMSRTC) yang berada di kawasan Greenland International Industrial Centre (GICC) Blok DD No 01 Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. Fasilitas ini memperkuat komitmen perusahaan dalam kampanye keselamatan berkendara untuk mendukung terciptanya budaya aman dan nyaman berkendara di tengah masyarakat.

AHM Safety Riding Park (AHMSRP) yang menjadi bagian dari fasilitas ini merupakan pusat pelatihan Safety Riding Honda terbesar di kawasan Asia Tenggara yang dibangun dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat terkait pemahaman keselamatan di jalan raya dan keterampilan berkendara. Dibangun di atas lahan 8,5 hektar, fasilitas terbaru ini mampu menampung 15.000 orang untuk berlatih berkendara setiap tahun dengan berbagai sarana dan fasilitas edukasi secara lengkap. Bangunan ini memiliki fasilitas fungsional seperti ruang multi fungsi, ruang kelas, ruang ujian, ruang simulator, asrama, sarana olahraga serta ruangan penunjang lainnya.

Selain fasilitas bangunan, pusat pelatihan berkendara ini dilengkapi dengan Safety riding course yang dibekali dengan karakter kontur jalan yang disesuaikan dengan kondisi jalan di Indonesia, baik kondisi jalan aspal maupun kondisi jalan off-road. Berdiri di atas lahan 4 hektar, area ini digunakan untuk pelatihan berkendara sepeda motor yang aman, seperti teknik pengereman, teknik keseimbangan, teknik menikung, teknik melewati jalanan bergelombang, menanjak dan menurun serta teknik memprediksi bahaya.

AHMSRP juga dilengkapi Kids Traffic Park yang dapat menampung pelatihan terhadap 2.000 anak setiap tahun. Melalui edukasi usia dini, anak-anak diajarkan untuk mengenal rambu-rambu lalu lintas, cara menyebrang jalan yang aman menggunakan jalur penyeberangan, dan cara berinteraksi dengan pengguna jalan lain dengan berbagai alat peraga yang tersedia.

Presiden Direktur AHM Toshiyuki Inuma mengatakan Pusat pelatihan keselamatan berkendara ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan budaya keselamatan berkendara di Indonesia.

“Kami mendesain Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center ini sebagai fasilitas yang dapat memberikan pengalaman berlatih berkendara aman yang menyenangkan, aman, dan nyaman. Fasilitas ini dapat digunakan masyarakat umum pengguna sepeda motor untuk belajar keterampilan berkendara, baik di jalan raya maupun di kondisi jalan off-road,” ujarnya.

Executive Vice Presiden Direktur AHM Johannes Loman mengatakan Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center ini melengkapi berbagai kegiatan pelatihan berkendara yang selama ini telah dilakukan AHM bersama jaringan main dealer di seluruh Indonesia, bekerjasama dengan pemerintah, kepolisian, sekolah, institusi, maupun komunitas masyarakat.

“Kami ingin melahirkan sebanyak mungkin duta keselamatan berkendara dari fasilitas ini, menyempurnakan apa yang sudah kami lakukan selama ini bersama para pamangku kepentingan di bidang safety riding. Kami ingin fasilitasi ini menjadi kawah candradimuka bagi mereka yang menempatkan keselamatan berkendara sebagai budaya bersama bangsa,” ujarnya.

AHMSRTC dapat digunakan masyarakat umum pengguna sepeda motor untuk belajar mengenai keselamatan berkendara. Beragam kegiatan edukasi pelatihan Safety Riding yang disiapkan dan dilaksanakan di fasilitas AHMSRP ini akan dibuka dengan menyesuaikan protokol kesehatan yang berlaku, sehingga kegiatan berbagi ilmu keselamatan berkendara ini dapat berlangsung maksimal.

AHM bersama jaringan main dealer Honda saat ini telah memiliki 8 pusat pelatihan safety riding yang tersebar di daerah Serang, Jambi, Tangerang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Medan dan Bandung. Dengan bertambahnya pusat pelatihan safety riding di Deltamas, kampanye keselamatan berkendara dapat semakin berdampak luas di tengah masyarakat.

Continue reading “Dukung Keselamatan di Jalan Raya, AHM Perkenalkan Pusat Pelatihan Berkendara”

Jangan Asal Bonceng Anak !

Setiap pagi kita sering kali melihat ibu yang mengantarkan anak kesekolah dengan sepeda motor. Berikut tips dan saran tim safety riding Wahana terkait cara aman berkendara ketika berboncengan khususnya dengan anak kecil.

Membonceng saat berkendara miliki aturan keamanan tersendiri. Pengendara dan yang dibonceng wajib gunakan perlengkapan nyaman mulai dari helm, sarung tangan, sepatu dan boleh gunakan sandal untuk jarak dekat dan kini wajib menggunakan masker. Perhatikan usia anak yang akan di bonceng dan telah mengerti saat berkendara.

Membawa pembonceng apalagi anak kecil, rawan dengan kondisi mengantuk. Tanpa persiapan yang baik kondisi ini rawan untuk terjadi kecelakaan. Pastikan untuk membonceng anak khususnya kejalan raya yang ramai anak tidak dalam kondisi mengantuk. “ Sering kali kita meilhat ibu yang membonceng anak kesekolah sangat rentan kecelakaan di jalana raya. Maka berkendara aman penting untuk diketahui,” papar Head of Safety Riding Promotion, Agus Sani.

Tidak hanya kesekolah, tidak jarang anak juga sering diajak berkendara jauh. Tidak perlu memaksakan jika anak cepat lelah dijalan. usahakan untuk isirahat untuk hilangkan penat di perjalanan. “Memang menyenangkan bermotor dengan sikecil namun sangat rentan kecelakaan. Jadi mulailah menjadi pengendara yang cerdas sekaligus pahami berkendara aman khususnya saat bonceng buah hati anda,” tutup Agus Sani.

Cara Pebalap Astra Honda Merawat Baju Balap

Musim balap tahun 2020 masih rehat sejenak. Tapi para pebalap muda kebanggaan Bangsa yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT) selalu mempersiapkan diri. Mulai dari kebugaran tubuh, mental, hingga pernik pendukung lain. Tak terkecuali, wearpack (baju balap) yang lama menggantung.

Baju balap menjadi salah satu hal penting yang harus dipersiapkan, sebagai antisipasi jika balapan kembali dihelat. Karena lama tak dipakai, para pebalap punya trik atau cara khusus agar penutup tubuh tersebut tetap terawat, nyaman dan siap pakai, serta tentu saja bersih.

Herjun Atna Firdaus, pebalap 15 tahun asal Pati, Jawa Tengah, mengaku punya tiga jurus agar baju balapnya siap pakai setiap saat. Selain menjemurnya setelah pemakaian, dia menyiapkan tempat penyimpanan khusus yang tidak lembab, dengan harapan jamur menjauh. ”Saya juga selalu menyemprotnya dengan pewangi,” ucap Herjun yang tahun ini terjun di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP) 250 itu.

Continue reading “Cara Pebalap Astra Honda Merawat Baju Balap”