Archive | Bajaj RSS for this section

Pulsar 200 setelah 7 Tahun

Hari ini tepat Tujuh Tahun sudah Pulsar 200 menemani jalan-jalan, menelusuri indahnya pantai, menyusuri sepinya hutan, hingga menembus dinginnya puncak pegunungan. Banyak kenangan bersama P200 ini dalam mengenal sudut-sudut Indonesia.

Cerita keberadaan motor Pusar 200 jadi seperti sinetron, lahir lalu dibesarkan dan kemudian kehilangan induknya. Apa sebenarnya yang mendasari Pulsar Owner memilih motor ini ? masing-masing pasti memiliki opini pribadi, dan mereka yang selama ini telah menempuh ratusan ribu kilometer tentu memiliki alasan menarik dengan motor Pulsarnya. Inilah Pulsar “Definitely Male”

10374083_10206610851177984_1497415309185391227_n

10941368_10206610850137958_4733230991469728828_n

10955397_10206610840537718_3450091953091853169_n

10985220_10206610852778024_1674401843118463638_n

11059420_10206610832737523_4494939318115476447_n

11081226_10206610853738048_8371458226995865839_n

Advertisements

Mungkinkah Bajaj Pulsar CS400 ke Indonesia ?

2 Hari yang lalu di event India Auto Expo 2014, Bajaj Auto membuat kejutan dengan melaunching Pulsar type terbaru yaitu Pulsar CS400 (Naked) dan Pulsar SS400 (fairing). Tentu saja berita ini cukup mengagetkan, karena selama ini tidak ada bocoran sebelumnya kalau Pulsar akan memiliki varian di kelas 400cc. Jika kita mulai berandai-andai apakah varian ini nanti akan masuk ke Indonesia ? Karena saat ini penjualan varian Pulsar 200NS sudah menjadi milik Kawasaki.

Mari kita coba komentari dulu Pulsar CS400 dan SS400, rumornya varian ini memang untuk menantang Honda CBR dan CB Series 500 di India. Desainnya terlihat fresh walaupun di sektor engine terlihat jelas gen dari Pulsar P200NS tapi perubahan body yang baru khususnya type naked bisa dikatakan sangat menggoda.

bajaj-pulsar-cs400_1

Read More…

Menaklukan KBP200NS itu mudah …

Kehadiran Kawasaki Bajaj P200NS memang menjadi topik terhangat untuk pecinta turing roda dua saat ini, apalagi motor ini memiliki gen KTM sehingga bagi para tracker dan petouring sepertinya dapat memuaskan hobinya di atas KBP200NS ini. Persoalannya yang masih membuat galau para biker adalah ternyata motor ini kelewat jangkung alias tinggi, seat high 805 mm menjadi kendala untuk rider yang rata-rata tingginya 165 cm. Makanya ketika kemarin ketemu sama mas Taufik “Tmcblog” yang sudah ngetes duluan motor ini, otoride pingin mendapatkan info lebih banyak tentang KBP200NS ini, sebelum nanti punya rencana upgrade ke gen 2 nya P200.

Sebenarnya kalau cuma masalah tinggi jok masih bisa di-akali dengan cara sederhana yaitu memangkasnya beberapa cm seperti yang yang otoride lakukan pada P200 gen 1. Hasilnya kaki jadi bisa napak dengan sempurna. Pengerjaan di tukang Jok juga sebentar hanya setengah jam selesai.

Untuk pembanding tinggi P200 gen 1 adalah 785mm, sedangkan KBP200NS memiliki tinggi 805mm beda 4 cm, berarti masih bisa di cari solusinya. Kalau masalah berat yang sama-sama 145kg selama ini otoride tidak mengalami masalah, P200 gen 1 yang power nya 18.00 HP (13.1 kW)) @ 8000 RPM cukup nendang kalo di ajak touring, padahal otoride masih menambahkan accesories rear box 46 liter di tambah side box 21 liter kiri-kanan, otomatis bebannya jadi membengkak melebihi 200kg. Apalagi P200 gen 1 sanggup minum BBM hingga 18 liter, tetapi untuk highspeed touring tetap terasa nyaman dan tenaganya tidak drop.

Bisa dibayangkan jika KBP200NS yang memiliki Tenaga Maksimum: 17 Kw {23.1 PS} / 9,500 rpm dengan gigi 6 percepatan ini di ajak touring, tenaganya pasti akan lebih baik dan lebih nyaman dengan frame disain barunya.

Terlepas dengan akan hadirnya motor merek lain kelas 200cc – 250cc untuk konsumsi touring, nampaknya KBP200NS layak untuk dilirik, bukan karena rasio harga dan fitur yang merakyat namun bagi para biker yang menggemari kegiatan touring, harga motor bisa menjadi pertimbangan utama karena usia motor akan menjadi lebih cepat dari kondisi normal, jarak 100.000 KM itu terlalu cepat dilampaui …

13br200a_304yeldls00d_c1

200ns

IMG_0064

IMG_0065

IMG_0067

IMG_4510

IMG_4540

IMG_4610

Solo Touring, Siapa Takut …

Susah memang kalo memiliki hobby touring, apalagi yang mencapai jarak tempuh di atas 1.000 KM. Keberadaan hari libur atau kadang jatah cuti sering digunakan untuk menikmati touring seperti ini. Dan sore tadi melepas keberangkatan Bro Jacob salah teman Pulsar Owner yang akan melakukan jelajah “solo riding” menuju Kota Sabang-Aceh. Sebenarnya dengan kondisi saat ini yang cuacanya sedikit kurang bersahabat menempuh jarak sejauh kurang lebih 2.000 KM dari Depok menuju Kota Sabang ini memang kurang nyaman, tetapi lagi-lagi jika semangat sudah kambuh hal itu bukan menjadi penghalang. Apalagi kalau yang sempat baru mendapatkan jatah cuti, kesempatan ini tidak bisa di tolak lagi.

Setelah tadi siang berdiskusi tentang route dan kondisi lapangan jalur Sumatera, sore tadi saya dan bro Dworo menemani keberangkatan bro Jacob yang menggunakan P200 warna hitam ini. Ini-lah serunya memacu adrenalin para pe-touring sejati. Perjalanan jauh menjadi sebuah tantangan, tentu saja akan banyak pula pengalaman yang di dapat dari perjalanan tersebut. Akan lebih mengasikkan lagi jika selama perjalanan tersebut bisa berbagi foto dan cerita di sela-sela waktu istirahat, ini salah satu manfaatnya mobile internet. Selamat menempuh perjalanan Bro Jacob, Keep safety ya …
peta
IMG_4652_0

IMG_4654_0

Pulsar 200, Kendaraan harian dan Touring

Pulsar 200 adalah Varian dari Bajaj Auto yang sudah mengalami diskontinue, tetapi turunan dari varian ini masih tetap di produksi yakni type Pulsar 180 dan Pulsar 220. Sehingga kebutuhan part-nya masih tetap terjaga di setiap bengkel resmi Bajaj Auto.

Versi terbaru dari Pulsar 200 sendiri yakni Pulsar 200-NS yang di India sudah lahir sejak tahun 2012 hingga detik ini belum di jual Indonesia, walaupun antusias pencinta Pulsar series sudah menunggu sejak lama kehadiran produk ini. Justru yang berkembang adalah rumor bahwa P200NS akan di reborn oleh pabrikan Kawasaki dengan perubahan engine yang sudah menganut fuel injection dan akan diproduksi di Indonesia.

IMG_4509_0

IMG_4608_0

IMG_4613_0

IMG_4643_0
Sejak di launching pada akhir tahun 2008, P200 memang mendapatkan sambutan yang hangat di kalangan pencinta roda dua di Indonesia. Produk ini menjadi alternatif pilihan motor di kelas 200cc yang selama ini di dominasi oleh Tiger Series dan Scorpio.

Disaiannya yang sporty dan mesinnya yang terbilang galak langsung mampu merebut hati di kalangan kawula muda, apalagi P200 memiliki harga yang bisa dikatakan sangat ekonomis bila di bandingkan dengan harga kompetitor di kelasnya. Makanya tidak heran Komunitas Pulsar seriespun bermunculan dengan cepat.

Pengalaman pribadi menggunakan P200 selama ini memang cukup memuaskan, artinya dengan motor ini saya bisa mendapatkan dua fungsi sekaligus, menjadikan P200 sebagai kendaraan harian dan menjadikan P200 sebagai kendaraan hobby untuk touring.

Untuk menyalurkan hobby touring dengan jelajah yang jauh, P200 tidak memerlukan banyak perubahan. Saya hanya menambahkan rear box dan side box yang memang sangat fungsional. Sehingga kebutuhan perjalanan selama perjalanan dapat di tampung di dalam box yang terpasang ini. Dan saya juga masih merasa nyaman walaupun dengan beban yang meningkat hampir 75% dari berat motor di tambah dengan kapasitas fuel tank yang mampu membawa hingga 17 liter BBM ini, P200 masih terasa ringan di ajak berlari hingga di kecepatan rata-rata 100-125 KPJ.

Beberapa teman memang melakukan modifikasi ekstrim dengan menggunakan ban tapak lebar depan 120 dan belakang hingga 180, di tambah dengan beragam accesories touring. Tetapi bisa dikatakan mereka cukup nyaman dengan perubahan itu, apalagi kalau dilihat dari sisi stylist touring.

Memang kesan yang mencuat memiliki P200 agak menyulitkan di layanan service-nya, karena part P200 banyak tergantung pada pabrikan. Walaupun sebenarnya kebutuhan part tersebut bisa di atasi dengan melakukan subtitusi dari merek lain. Disinilah pentingnya memperoleh informasi dengan sesama pengguna P200, yang akhirnya dapat mencapai kepuasan hobby dan sekaligus memenuhi kebutuhan kendaraan harian yang cukup ekonomis dan praktis.