SEPANG – Lintasan basah dan persaingan sengit tidak menghentikan langkah pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) untuk mengibarkan Merah Putih di podium perdana Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026.
Melalui aksi comeback yang emosional di Tikungan Terakhir, Rheza Danica Ahrens dan Herjun Atna Firdaus membuktikan bahwa kombinasi mentalitas juara dan performa motor CBR Series adalah standar baru di balap Asia.

AP250: Strategi Dingin Rheza Danica di Lintasan Basah
Balapan kelas Asia Production (AP) 250 menjadi panggung pembuktian ketenangan psikologis. Pasca hujan mengguyur Sirkuit Sepang (12/4), Rheza Danica menunjukkan “Reading the Game” yang luar biasa.
- Momentum Emas: Sempat tertahan di posisi ke-8, Rheza tidak gegabah. Ia menjaga manajemen ban dan ritme mesin CBR250RR hingga lap terakhir.
- The Last Corner Magic: Di tikungan final yang krusial, Rheza melakukan manuver agresif namun terukur, menyalip tiga pebalap sekaligus untuk mengamankan Podium Kedua.
“Kuncinya adalah adaptasi cepat. Saya mengatur strategi khusus untuk tikungan terakhir, dan bersyukur rencana itu berjalan sempurna,” ungkap Rheza yang kini bertengger di posisi ke-2 klasemen sementara.

Sayangnya, Muhammad Badly Ayatullah harus menelan pil pahit. Meski sempat memimpin, insiden di lap terakhir membuatnya cedera dan absen di race kedua. Ini menjadi pengingat keras dalam Road Safety: di level balap setinggi ini, batas antara kemenangan dan risiko sangatlah tipis.
SS600 & ASB1000: Konsistensi Sang Rookie
Di kelas Supersport (SS) 600, Herjun Atna Firdaus tampil taktis. Dengan menjaga konsentrasi tinggi, ia sukses meraih Podium Ketiga pada race pertama. Sementara itu, Fadillah Arbi Aditama yang baru melakukan debut di kelas ini, menunjukkan progres kilat dengan finis di posisi ke-5 pada race kedua.
Pada kasta tertinggi, Asia Superbike (ASB) 1000, M. Adenanta Putra membuktikan kelasnya sebagai rookie yang patut diwaspadai. Menunggangi CBR1000RR-R, pebalap asal Magetan ini konsisten bertarung di grup depan dan mengamankan posisi ke-6 klasemen sementara.
Analisis Ahli: Mengapa Ini Kemenangan Mental?
Secara psikologis, keberhasilan tim AHRT di seri pembuka ini sangat krusial. Meraih podium di awal musim membangun self-efficacy (keyakinan diri) yang kuat bagi seluruh tim untuk menghadapi seri berikutnya di Thailand.
Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, menegaskan:
“Pencapaian ini adalah buah dari kerja keras dan strategi matang. Ini awal yang solid untuk musim 2026.”
Jadwal Selanjutnya: Jangan lewatkan aksi balap berikutnya di Chang International Circuit, Thailand, 8-10 Mei 2026.





























