Archive | Oto Riding RSS for this section

AHM Kirim Siswa Sekolah Balap AHRS ke Ajang Thailand Talent Cup

Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) melanjutkan pengembangan pebalap muda Tanah Air dengan mengikutsertakan 3 siswa Astra Honda Racing School (AHRS) potensial pada ajang Thailand Talent Cup (TTC) 2018. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman balap internasional pada para pebalap muda tersebut.

Riders Profile 2018


Ketiga siswa balap yang terpilih tersebut merupakan peraih prestasi dari kelas balap yang diadakan oleh AHRS, yaitu kelas CBR Dream Cup 250RR dan CBR Dream Cup 150R yang diselenggarakan di Sentul International Circuit pada tahun lalu. Mereka adalah Abdul Gofar, Herjun Atna Firdaus, dan Muhammad Hildan Kusuma. Dua pebalap pertama merupakan peraih posisi 1 dan 2 di klasemen akhir CBR Dream Cup 150R. Dengan usianya yang saat ini masih 13 tahun, keduanya akan menjadi pebalap termuda dari 20 pebalap yang ikut serta TTC 2018. Sementara itu, Muhammad Hildhan Kusuma (14) adalah juara kedua CBR Dream Cup 250RR. Sementara juara pertama CBR Dream Cup 250RR yaitu Afridza Munandar saat ini tidak bermain di TTC karena tengah berlaga di Asia Talent Cup 2018.

Keikutsertaan di ajang TTC ini merupakan kali kedua bagi siswa balap AHRS berprestasi. Pada tahun sebelumnya, AHM juga mengirim 2 pebalap potensial dari sekolah balap Honda AHRS untuk berpartisipasi di 4 putaran terakhir TTC dan berhasil menghasilkan kebanggaan bagi Indonesia. Muhamad Adenanta (14) berhasil meraih 2 kali podium pertama dan 1 kali podium kedua dan Mario Suryo Aji (14), yang juga berhasil mempersembahkan podium 2 dan 3 sebanyak 1 kali di TTC 2017.
Read More…

Advertisements

AHRT Targetkan Podium Tertinggi pada Balap Pertama di Australia

Jakarta – Para pebalap muda berbakat binaan PT Astra Honda Motor (AHM) akan berjuang untuk meraih posisi pertama pada lanjutan balap Asia Road Racing Championship (ARRC) di The Bend Motorsport Park, Australia (21-22/4).

Setelah meraih hasil positif di putaran pembuka di Thailand bulan lalu, kini lima pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) tersebut akan berangkat ke Australia untuk menghadapi putaran kedua di sirkuit baru pada kalender balap ARRC, The Bend Motorsport Park. Sirkuit tersebut merupakan sirkuit baru yang dibangun pada 2017 dan tidak ada pebalap musim ini yang punya pengalaman membalap di sana sebelumnya.

Pada kelas Asia Production 250cc, Mario Suryo Aji dan Rheza Danica bertekad mengulang hasil podium yang mereka dapatkan pada balapan pertama putaran pembuka di Thailand. Awhin Sanjaya akan berusaha meraih podium perdananya musim ini, dan bergabung dengan rekan satu timnya untuk bersaing memperebutkan posisi terbaik.

“Sebagai rookie, fokus saya adalah belajar sebanyak-banyaknya di event Asia yang sangat ketat persaingannya ini. Semakin banyak saya belajar, semakin banyak ilmu saya dapat, semakin kuat bekal saya untuk terus melangkah di arena balap internasional,” ujar Mario.

“Putaran ke 2 ini tentu sangat penting buat saya. Saya sangat fokus untuk mendapatkan kembali tradisi podium di team AHRT. Sekaligus juga untuk tetap membuka peluang saya wujudkan impian jadi juara Asia. Tak ada alasan meskipun ini sirkuit ini baru bagi ARRC. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Rheza.
Read More…

Honda Dream Cup Sapa Penggemar Balap di 7 Kota Besar

Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) kembali mewujudkan komitmennya dalam mendukung tim balap dan pebalap muda dari berbagai wilayah di Indonesia dengan menggelar kembali helatan one make race terbesar di Tanah Air, Honda Dream Cup (HDC) 2018. Pesta balap akbar ini berlangsung pada April hingga Oktober 2018.

Melalui tema “Satu Hati Raih Impian”, HDC hadir sebagai ajang balap berstandar nasional yang digelar secara konsisten setiap tahun oleh AHM. Ajang balap ini memberikan kesempatan bagi putra bangsa di berbagai daerah untuk merasakan suasana kompetisi balap sesungguhnya dengan regulasi berstandar nasional yang mengedepankan unsur keselamatan.

HDC yang sudah memasuki tahun gelaran ke-14 ini membawa penyegaran baru pada kelas yang dilombakan. Tahun ini, HDC menghadirkan kelas U-12 yaitu kelas khusus untuk pebalap muda berbakat dengan usia maksimal 12 tahun. Selain itu, gelaran HDC tahun ini pun menjadi semakin berbeda seiring dengan semua fokus dukungan dan pembinaan balap diwujudkan pada kelas 150cc. Terdapat 7 kelas yang dapat diikuti pebalap daerah untuk menunjukkan potensi dan keterampilan balap terbaiknya, yaitu Sonic 150R / Supra GTR150 Tune Up Seeded, Sonic 150R / Supra GTR150 Tune Up Pemula, Sonic 150R / Supra GTR150 Standard Pemula – U16, Sonic 150R / Supra GTR150 Standard Pemula Terbuka, Honda CBR150R Standard Seeded, Honda CBR150R Standard Pemula dan Sonic 150R / Supra GTR150 Standard Pemula – U12.
Read More…

Meski Baru, Penggemar Rebel Jakarta Makin Solid

Meski terhitung baru namun kesolidan dan keakraban komunitas Honda Big Bike satu ini perlu diperhitungkan. Diawali dengan ‘kecintaan’ terhadap Produk Honda CMX500 Rebel, persaudaraan makin tertanam. Setelah sukes gelar turing perdana Banyuwangi – Bali pada 23 hingga 25 Maret silam, kini mereka rutin gelar kopdar.


Pada Minggu (08/04), sebanyak 15 anggota ROC ( Rebel Owners Community) gelar kegiatan unik yaitu camping. Setelah melakukan konvoy dari Dealer Big Wing Wahana di Gunung Sahari, Jakarta Pusat menuju langsung ke lokasi camping di gunung pancar, Jawa Barat. Kegiatan ini juga diramaikan dengan kehadiran anggota dari Honda Rebel Community Indonesia (HRCI).

“Diawali dengan kegiatan rutin sunmori, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan dengan konsep camping. Kegiatan sarapan ala camping ini baru pertama kali diadakan ROC,” papar Ketua Umum ROC, Iryanto Barkah. Di tambahkannya tidak hanya sekedar riding dan sarapan, ajang ini menjadi wadah bertukar informasi terkait produk, modifikasi, dan juga agenda – agenda kedepannya.
Read More…

Anggota Komunitas Honda, Adu Gengsi Berkendara Aman

Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) gelar ‘ Wahana Honda Safety Riding Advisor Community Competition 2018’ di Safety Riding Center Wahana, Jatake Tangerang, Minggu (08/04). Diikuti 43 peserta dari berbagai komunitas Honda di Jakarta Tangerang, pemenang ajang kompetisi bergengsi ini akan kembali disaring untuk wakili Wahana di kompetisi tingkat nasional 2018 yang digelar PT. Astra Honda Motor.


Peserta yang ikut kompetisi ketujuh ini diikuti komunitas Honda yang tergabung di Asosiasi Honda Jakarta (AHJ) dan Asosiasi Honda Motor Tangerang (AHMT). Berjalan sejak sabtu (07/04) ke 43 peserta lanjut masuki babak final pada Minggu (08/04). Pada hari pertama, peserta wajib menyelesaikan tes tertulis seputar pengetahuan safety riding. Sedangkan di tahap final, peserta mengikuti rangkaian tes praktek dengan materi slalom course (zig-zag), narrow plank (papan keseimbangan), hingga tes braking (pengereman).

“ Selain komunitas, pada kompetisi ini juga diikuti oleh dealer advisor. Semua materi sama dengan materi yang nantinya akan dilombakan tingkat nasional oleh AHM. Dengan kompetisi ini, kami juga cari bibit dari komunitas untuk selanjutnya dapat menjadi role model untuk komunitas yang lain,” papar Head of Technical Service Function Wahana, Taufiqurrohman.
Read More…

Menikmati sensasi CBR250RR Di Trip Day to Tanjung Lesung

Tanggal 6-8 April kemarin kebetulan saya mendapatkan undangan untuk acara Blogger and Vlogger Fun Riding yang di selenggarakan oleh PT. Astra Honda Motor dan di dukung oleh PT. Wahana Makmur Sejati dan PT. Mitra Sindang Kemakmuran selaku Main Dealer Honda. Destinasi Fun Riding kali ini adalah Pantai Tanjung Lesung di wilayah Labuan – Propinsi Banten. Sebenarnya 5 tahun yang lalu saya juga pernah berkunjung ke lokasi ini dan pernah saya posting di artikel Wisata Tanjung Lesung, tempat ini memang memiliki keindahan panorama laut yang asri dan lokasi yang tidak terlalu jauh dari Jakarta.

Propinsi Banten memang memiliki daerah wisata yang potensial dan belum seluruhnya di kelola dengan maksimal, beberapa tempat yang mungkin telah banyak di tulis oleh netizen adalah seperti Pantai Anyer, Pantai Tanjung Lesung, Pemukiman Suku Badui, dan Ujung Kulon. Tentu saja budaya lokal setempat juga memiliki keunikan tersendiri. Dan kali ini blogger dan vlogger di ajak untuk mengenal lebih dekat potensi wisata di wilayah Banten ini dengan melakukan Trip Day mengendarai sepeda motor ke Tanjung Lesung sekaligus untuk merasakan sensasi berwisata dengan sepeda motor Honda.

PT. WMS dan PT. MKS sendiri telah menyiapkan beberapa type kendaraan yang dapat di explore, seperti Honda Supra GTR 150, Honda Sonic 150, Honda CBR 150, Honda CRF 150, New Honda PCX 150, Honda CRF 250 dan Honda CBR250RR. Perjalanan yang mengambil meeting point di PT. MKS Serang Banten ini juga di isi dengan arahan Safety Riding Oleh Bapak Tri Laksono dari Polda Banten dan turut bergabung juga beberapa perwakilan dari Paguyuban Honda Banten untuk menemani perjalanan menuju ke Tanjung Lesung. Jarak dari Kota Serang ke Tanjung Lesung sekitar 96,7 KM sebenarnya dapat di tempuh sekitar 2 jam jika kondisi lalulintas normal, tetapi karena weekend kondisinya jadi lebih lama 1 jam karena antrian kendaraan khususnya roda 4 yang mengarah ke kota Pandeglang cukup padat merayap.

Yang menarik dari Tanjung Lesung adalah kita dapat menyaksikan pesona sunrise dan sunset dari tepi pantai yang teduh dengan rimbunan pepohonan, di sepanjang pantai terdapat trek joging dan kursi-kursi kayu untuk beristirahat sambil menikmati panorama laut. Dan tentu saja untuk fasilitas olah raga air seperti snorkling, diving atau bermain kano serta banana boat juga tersedia disini. Dan untuk keperluan penginapannya sendiri juga bervariasi, dapat memilih menginap di tenda dengan suasana alam di area Beach Club atau bungalo dengan nuansa Bali. Area peristirahatan Tanjung Lesung dapat dikatakan sepi dan tenang karena memang agak jauh dari pemukiman penduduk sekitar, karena itu untuk menikmati istirahat bersama keluarga di akhir pekan memang sangat nyaman.

Berkendara dengan sepeda motor ke Pantai Tanjung Lesung memang memiliki tantangan tersendiri, rute perjalanan yang sebagian jalan aspal ada yang memiliki trek lurus dan berliku. Namun dalam perjalanan kemarin beberapa ruas jalan banyak yang berlubang dan bumpi, jadi seluruh teman-teman banyak yang harus waspada dengan kondisi jalan ini.

Saya sendiri dengan menggunakan CBR250RR lebih memilih mode comfort yang kadang hanya saya pacu di kecepatan 60 hingga 90 KPJ saja, saya lebih banyak menikmati motor sport ini layaknya motor harian, sambil menikmati perjalanan dengan santai. Memang untuk seating posture yang menunduk untuk perjalanan turing jarak jauh lebih cepat merasa letih apalagi di tambah dengan kondisi jalan yang kurang bagus. Untunglah handling CBR250RR ini termasuk ringan dan mudah untuk di ajak selap selip. Konsumsi BBM nya sendiri termasuk irit, karena dari Kota Serang menuju Tanjung Lesung hanya menghabiskan 2 bar pada indikator BBM. Saya tidak sempat melakukan setting suspensi, namun selama perjalanan CBR250RR yang saya gunakan cukup nyaman di kendarai di berbagai medan jalan, dengan kondisi ban standar juga rupanya cukup mumpuni untuk kondisi cuaca panas dan menembus hujan deras.

Perjalanan menuju Tanjung Lesung dan kembali lagi ke kota Serang berlangsung aman, teman-teman blogger dan vlogger juga nampak puas dengan acara trip day kali ini meskipun sempat terganggu dengan cuaca hujan, setidaknya dengan memahami karakter kendaraan, memahami karakter berkendara akan menambah wawasan dalam mendukung budaya berkendara yang lebih baik.

New Honda PCX 150 dan Penggunaan Harian part #03

Tidak terasa Honda PCX 150 yang saya gunakan segera mencapai jarak tempuh 1.000 KM, dan kali ini saya akan mengulas tentang performa sepeda motor ini karena dengan jarak yang sudah mendekati panjang pulau jawa ini tentu sudah dapat di ulas bagaimana gambaran performanya lengkapnya.


Saya akan sedikit mengulas tentang seperti apa performance Honda PCX 150 ini untuk commutter harian, jadi bukan performance ala balap yang di cantelin race logic. Apalagi dengan data-data speed distance .. ;), saya hanya mengulas Honda PCX 150 dari sisi penggunaan harian secara normal, apalagi motor ini mendekati 1000 KM jarak tempuhnya, dan sudah melakukan service pertama, alasan kenapa saya memilih melakukan services sebelum masuk di jarak tempuh 1.000 KM ? Pertama, untuk motor baru dengan part baru tentu friksi komponen akan cenderung lebih banyak menghasilkan serbuk logam pada endapan olinya, baik di bagian mesin maupun di bagian gear box, hal yang sama juga pernah saya lakukan pada Yamaha Nmax pada waktu masuk di jarak tempuh 500 KM. Jadi dengan penggantian oli lebih awal setidaknya mampu mencuci bagian-bagian yang mengalami friksi/gesekan tersebut, sehingga menjadi lebih licin dan bersih, dan akan membuat mesih juga menjadi lebih awet.


Kira-kira apa yang ada di benak bro/sis dengan mesin 150cc di motor matic harian ? Apa kita mau nyari kenceng seperti di sirkuit ? tentu saja tidak, pabrikan merancang kubikasi mesin 150cc untuk harian tentu karena alasan kenyamanan, … nyaman di kendarai dan nyaman juga di kantong. Saya pernah mencoba beberapa matic bongsor dengan kubikasi cc besar hingga 530 cc ternyata tidak nyaman dengan postur tubuh saya, mungkin saya terlihat lebih gagah, mungkin saya bisa memacunya hingga di atas 150 Kpj di jalan raya, tetapi ada yang hilang yaitu rasa nyaman …

Bagaimana dengan All New Honda PCX 150 ? Performa mesin dengan kubikasi 150cc pada Honda PCX 150 ini rasanya tidak jauh berbeda dengan sepeda motor matic lain di kelas 150cc, sangat ideal untuk commuter / alat transportasi harian baik sendiri atau berboncengan. Selama penggunaan dalam kurun waktu 1 bulan ini torsi Honda PCX 150 telah memenuhi ekspetasi saya, di bawa ketempat kerja, ke mall hingga traveling ke puncak performance-nya cukup mumpuni, tenaganya cukup berisi. Di jalan rata seperti jalan raya Jakarta – Bogor dan jalan raya Parung – Bogor diajak lari dengan kecepatan tinggi di angka 100 Kpj sangat mudah walaupun berboncengan dengan istri, tenaganya terasa mengalir dan suara mesinnya cukup halus.


Pada waktu liburan ke kawasan Puncak Bogor, dengan memilih rute jalan yang memiliki banyak tanjakan seperti rute Bukit Pelangi – Puncak, hingga offroad ke desa Kampung Awan, Honda PCX 150 tidak mengalami penurunan performa, dan yang bikin saya kagum konsumsi BBM nya masih di angka average 41. Performa mesin dengan komposisi tapak lebar ban standar depan 100/80 dan belakang 120/70 saya rasa cukup pas di gunakan untuk harian.

Awalnya saya sempat ragu juga banyaknya perangkat elektronik pada Honda PCX 150 ini, apakah terganggu jika di gunakan pada cuaca yang agak ekstrim. Dan kebetulan pada waktu pulang dari puncak beberapa waktu lalu sempat di guyur hujan yang sangat lebat, ternyata Honda PCX 150 cukup aman di ajak hujan-hujanan dan melewati genangan air pada batas aman (tidak melewati box filter udara). Saya cukup puas dengan Performance, handling dan braking-nya, motor ini pas untuk aktivitas jarak pendek dan menengah. Dan seperti biasa rasanya suatu saat saya harus mengajaknya untuk menempuh jalan yang lebih jauh … di ajak touring lintas propinsi, menapak jejak di sudut Indonesia yang memiliki pesona keindahan alam yang luar biasa. Kita tunggu saja …