SMK Katolik Sint Joseph Raih Grade A+, WMS Perkuat Pendidikan Vokasi Berbasis Industri

JAKARTA, 4 September 2026 — Kualitas pendidikan vokasi tidak hanya ditentukan oleh pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga oleh kemampuan sekolah membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Hal inilah yang terus didorong PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang, melalui program pembinaan pendidikan vokasi.

Salah satu sekolah yang menunjukkan konsistensi dalam menjalankan pembinaan tersebut adalah SMK Katolik Sint Joseph. Sekolah ini resmi meraih kategori Grade A+ pada Jumat (4/9), sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dalam menjalankan berbagai aspek pembinaan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TSM) Honda.

Pencapaian Grade A+ menjadi indikator bahwa proses pembinaan di sekolah telah berjalan secara menyeluruh, mulai dari penerapan kurikulum, kompetensi tenaga pengajar, ketersediaan fasilitas praktik, hingga pengembangan kompetensi siswa yang relevan dengan kebutuhan industri.

56 SMK Binaan WMS Terhubung dengan Dunia Industri

Melalui Satu Hati Education Program (SHEP), WMS terus membangun hubungan antara pendidikan vokasi dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Saat ini, WMS telah memiliki 56 SMK Binaan di wilayah Jakarta dan Tangerang.

Program tersebut dirancang agar proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori. Siswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan melalui pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.

Dalam proses penilaian pembinaan, pencapaian Grade A+ tidak ditentukan oleh satu aspek saja. Sekolah perlu menunjukkan konsistensi dalam berbagai bidang yang menjadi bagian dari standar pembinaan TSM Honda.

Salah satunya adalah penerapan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri. Kompetensi guru juga menjadi perhatian melalui keikutsertaan dalam berbagai training serta pemenuhan kompetensi yang dipersyaratkan.

Selain tenaga pengajar, sarana dan fasilitas praktik turut menjadi bagian penting. Ketersediaan tools, unit praktik, serta fasilitas pendukung harus memenuhi kebutuhan pembelajaran dan digunakan secara optimal oleh siswa.

Dari sisi peserta didik, sekolah juga dituntut mampu menunjukkan kompetensi dan prestasi yang relevan dengan dunia industri. Sementara itu, administrasi serta data program pembinaan harus dikelola secara tertib dan konsisten sehingga proses pembinaan dapat dipantau dan dievaluasi.

Sekolah juga aktif mengikuti berbagai program yang diselenggarakan oleh Main Dealer maupun PT Astra Honda Motor (AHM), mulai dari edukasi, kompetisi, training, hingga kegiatan pembinaan lainnya.

Hubungan dengan dunia industri juga menjadi bagian penting dalam pendidikan vokasi. Sinergi dengan jaringan AHASS serta peluang penyerapan lulusan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat hubungan antara kompetensi yang dibangun di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.

Grade A+ Jadi Bukti Konsistensi Pembinaan

Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, mengatakan pencapaian Grade A+ merupakan hasil dari konsistensi sekolah dalam menjalankan berbagai aspek pembinaan.

“Grade A+ bukan diberikan karena satu indikator penilaian. Seluruh aspek pembinaan harus berjalan konsisten, terukur, dan memiliki hasil yang baik. Mulai dari kurikulum, kompetensi guru, sarana praktik, pembelajaran berbasis industri hingga kompetensi siswa. Pencapaian SMK Katolik Sint Joseph menunjukkan komitmen sekolah dalam menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar relevan dengan industri,” ujar Benedictus.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pembelajaran, WMS bersama AHM juga memberikan donasi satu unit sepeda motor Honda kepada SMK Katolik Sint Joseph.

Unit tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana praktik bagi siswa untuk mengenal teknologi sepeda motor Honda secara lebih dekat. Dengan adanya unit praktik, siswa dapat menghubungkan materi yang dipelajari di kelas dengan penerapan secara langsung.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang semakin aplikatif sekaligus membantu siswa memahami gambaran pekerjaan dan teknologi yang akan mereka temui ketika memasuki dunia industri.

WMS Dorong Lulusan Vokasi Siap Masuk Dunia Kerja

Melalui SHEP, WMS bersama AHM terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah-sekolah binaan untuk mempertemukan kebutuhan pendidikan dengan perkembangan industri.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang semakin relevan, meningkatkan kompetensi siswa, serta mempersiapkan lulusan yang memiliki keterampilan dan daya saing ketika memasuki dunia kerja.

“Kami ingin hubungan antara sekolah dan industri tidak berhenti pada program pembinaan, tetapi berkembang menjadi sinergi yang memberikan manfaat. Ketika pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan DUDI, maka kontribusinya akan semakin besar bagi dunia kerja dan pembangunan SDM. Kami berharap 56 SMK Binaan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi generasi muda,” tambah Benedictus.

Konsistensi WMS dalam mendukung pendidikan vokasi menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara sekolah dan industri, WMS berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja sekaligus siap menghadapi perkembangan industri di masa depan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari semangat Sinergi Bagi Negeri, dengan membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi yang relevan, aplikatif, dan memiliki keterhubungan dengan kebutuhan industri.