TANGERANG – Menyiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar siap menghadapi perkembangan industri otomotif membutuhkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk mendukung upaya tersebut, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) bersama PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan program Astra Honda Berbagi Ilmu (AHBI) di dua SMK binaan di Tangerang.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Satu Hati Education Program (SHEP) ini berlangsung di SMK Negeri 2 Kota Tangerang pada 22 September dan SMK Negeri 3 Kabupaten Tangerang pada 29 September. Secara keseluruhan, sekitar 100 siswa Teknik Sepeda Motor (TSM) Honda mengikuti edukasi dan sesi berbagi pengetahuan bersama tim vokasi AHM.
Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi sepeda motor Honda, penerapan fitur pada produk, serta kompetensi yang dibutuhkan di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Interaksi langsung dengan praktisi industri juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk menghubungkan materi pembelajaran di sekolah dengan penerapannya di dunia kerja.
Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, mengatakan bahwa kegiatan AHBI menjadi salah satu upaya untuk memperluas wawasan siswa mengenai perkembangan teknologi otomotif.
“Melalui kegiatan AHBI, kami ingin memberikan tambahan wawasan kepada siswa mengenai perkembangan teknologi sepeda motor Honda. Harapannya, siswa tidak hanya memahami teori yang dipelajari di sekolah, tetapi juga memiliki gambaran mengenai penerapan teknologi tersebut di industri sehingga lebih siap memasuki dunia industri,” ujar Benedictus.
Siswa SMK Kenali Teknologi dan Fitur Honda Vario 125
Dalam kegiatan Astra Honda Berbagi Ilmu kali ini, siswa mendapatkan materi pengenalan teknologi dan fitur pada Honda Vario 125. Pembahasan ini memberikan gambaran tentang penerapan teknologi pada sepeda motor yang digunakan untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Honda Vario 125 dibekali mesin 125 cc berpendingin cairan dengan teknologi enhanced Smart Power (eSP). Model ini juga dilengkapi sejumlah fitur penunjang kenyamanan dan kepraktisan, termasuk Full Digital Panel Meter dan USB Charger.
Pada tipe tertinggi, Honda Vario 125 turut dilengkapi Smart Key System yang mencakup Answer Back System dan Anti-Theft Alarm. Pengenalan fitur tersebut menjadi bagian dari pembelajaran agar siswa memahami penerapan teknologi pada produk sepeda motor Honda.
Materi ini juga memperlihatkan pentingnya pembaruan pengetahuan bagi calon tenaga kerja otomotif. Seiring berkembangnya teknologi dan fitur kendaraan, siswa perlu terus meningkatkan pemahaman teknis agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri.
Perkuat Kompetensi Siswa untuk Memasuki Dunia Kerja
Selain penyampaian materi, kegiatan AHBI memberikan ruang bagi siswa untuk berdiskusi dan bertanya secara langsung kepada tim vokasi AHM. Sesi interaktif tersebut mendorong siswa untuk menggali lebih jauh perkembangan teknologi sepeda motor serta memahami penerapannya dalam praktik.
Benedictus menegaskan bahwa pengenalan teknologi perlu dilakukan secara berkelanjutan seiring beragamnya lini produk sepeda motor Honda dan pembaruan fitur yang menyertainya.
“Lini sepeda motor Honda begitu beragam, maka perlu adanya edukasi yang berkelanjutan untuk terus mengenal pembaruan teknologi dan fitur yang tertanam. Kami ingin terus mempersiapkan agar SMK bukan hanya jago teori, tetapi juga memahami standar kompetensi dunia kerja,” lanjut pria yang akrab disapa Beni tersebut.
Keterlibatan industri dalam pembelajaran vokasi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Melalui kolaborasi ini, siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan teknologi otomotif sekaligus termotivasi untuk terus mengembangkan keterampilan.
Astra Honda Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi
Program Astra Honda Berbagi Ilmu menjadi bagian dari komitmen WMS dan AHM dalam mendukung pendidikan vokasi melalui semangat Sinergi Bagi Negeri (SBN).
Kolaborasi dengan sekolah binaan diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa, memperkuat relevansi materi pendidikan dengan perkembangan industri, serta mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, WMS dan AHM berupaya mendukung generasi muda agar semakin siap menghadapi perubahan teknologi dan tantangan industri otomotif di masa mendatang.
