Bengkel Binaan Yayasan AHM Tumbuh Pesat, Raup Omzet Rp7,9 Miliar dan Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Bandar Lampung – Di tengah geliat pertumbuhan ekonomi daerah, bengkel-bengkel binaan Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) menunjukkan peran yang semakin besar. Tak lagi sekadar menjadi tempat servis sepeda motor, bengkel-bengkel tersebut kini berkembang menjadi pusat kewirausahaan yang membuka lapangan kerja, menciptakan peluang usaha, sekaligus menjadi ruang belajar bagi generasi muda di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program Astra Honda Youthpreneurship Program (AHYPP), Yayasan AHM secara konsisten membina para pengusaha muda di sektor perbengkelan agar mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Hasilnya pun semakin nyata. Dalam satu tahun terakhir, sebanyak 24 bengkel binaan Yayasan AHM berhasil membukukan total omzet lebih dari Rp7,9 miliar serta menyerap 43 tenaga kerja. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa penguatan kompetensi kewirausahaan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial yang positif di tingkat lokal.

Tidak hanya berkembang dari sisi bisnis, sejumlah bengkel binaan juga mulai melakukan ekspansi usaha melalui pembukaan outlet baru. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak konsumen sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat.

Perkembangan tersebut terlihat pada Bengkel MAN Motor di Yogyakarta dan Bali Motor di Bali yang berhasil meningkatkan kapasitas usahanya melalui pengembangan jaringan layanan. Kehadiran bengkel-bengkel ini turut memberikan kontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

Lebih dari itu, bengkel binaan Yayasan AHM juga berperan sebagai tempat pembelajaran bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kesempatan ini memungkinkan para pelajar memperoleh pengalaman kerja nyata dan memahami kebutuhan industri secara langsung sebelum memasuki dunia kerja.

Salah satu kisah sukses datang dari Agus Eka Guncara Bisma, pemilik Bengkel Bali Motor di Karangasem, Bali. Berkat pendampingan bisnis yang diterimanya melalui AHYPP, usaha yang dirintisnya kini berkembang pesat dan mampu mempekerjakan tujuh karyawan.

“Pendampingan dan penguatan kompetensi yang diberikan Yayasan AHM membantu saya mengembangkan usaha sehingga omzet meningkat dan jangkauan pelanggan menjadi lebih luas. Seiring perkembangan usaha, kami juga dapat membuka peluang kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk bagi siswa SMK almamater saya, SMK Negeri 1 Manggis, Karangasem, Bali,” ujar Agus.

Perkuat Kompetensi Menuju Bengkel Berkualitas

Untuk memastikan pertumbuhan usaha berjalan berkelanjutan, Yayasan AHM kembali menggelar pelatihan pengembangan bisnis pada 25–26 Juni 2026 di Bandar Lampung. Sebanyak 18 pemilik bengkel binaan dari berbagai daerah, mulai dari Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali hingga Kalimantan Selatan, mengikuti kegiatan tersebut.

Mengusung tema “Tingkatkan Kapasitas, Menuju Bengkel Berkualitas”, pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola bisnis secara profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan, komunikasi, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital yang kini menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan usaha.

Tidak hanya belajar di dalam kelas, para peserta juga mengikuti sesi Selling & Survival Challenge, sebuah aktivitas yang dirancang untuk mengasah kemampuan komunikasi, kreativitas, kerja sama tim, kepercayaan diri, serta keterampilan menjual secara langsung di lapangan.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, peserta juga melakukan kunjungan ke Bengkel Arizal Service di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan usaha, peningkatan layanan pelanggan, dan strategi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan bahwa keberhasilan sebuah bengkel tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dalam memperbaiki kendaraan, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan dan kemampuan mengelola bisnis.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin para generasi muda pemilik bengkel binaan tidak hanya menjadi mekanik yang andal, tetapi juga menjadi wirausaha yang mampu memimpin tim, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, serta mengembangkan usahanya secara mandiri,” ujarnya.

Apresiasi untuk Bengkel Terbaik

Pada kesempatan yang sama, Yayasan AHM juga memberikan penghargaan kepada bengkel binaan terbaik periode 2025–2026 sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan pencapaian mereka dalam mengembangkan usaha.

Bengkel Bali Motor dari Karangasem, Bali, meraih penghargaan Best Performance Tingkat Pramandiri. Sementara itu, Arizal Service dari Tulang Bawang, Lampung, memperoleh penghargaan Best Performance Tingkat Madya, dan Zul Motor dari Serang, Banten, menerima penghargaan Best Compliance.

Melalui program AHYPP yang berada di bawah payung Sinergi Bagi Negeri, Yayasan AHM terus berupaya menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong penciptaan pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta peningkatan akses pendidikan dan pengembangan keterampilan bagi generasi muda Indonesia.

Dengan semakin berkembangnya usaha para peserta, bengkel binaan Yayasan AHM kini tidak hanya menjadi tempat perawatan kendaraan, tetapi juga menjadi simbol tumbuhnya kemandirian ekonomi dan lahirnya wirausaha muda yang mampu membawa perubahan positif bagi daerahnya masing-masing.