Lebih dari 300 Siswa SMK Belajar Langsung di Industri Otomotif Honda, WMS Perkuat Kompetensi Vokasi melalui SHEP

JakartaBagaimana dunia kerja sesungguhnya? Pertanyaan itu kini tidak lagi hanya dijawab di ruang kelas. Lebih dari 300 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merasakan langsung atmosfer industri otomotif melalui Kunjungan Industri Main Dealer Training Center (MDTC) Jatake yang diselenggarakan PT Wahana Makmur Sejati (WMS).

Program ini menjadi wujud nyata komitmen Main Dealer Honda Jakarta-Tangerang dalam memperkuat pendidikan vokasi, meningkatkan kompetensi lulusan SMK, sekaligus menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan dunia industri otomotif yang terus berkembang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Satu Hati Education Program (SHEP), sebuah inisiatif yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar berbasis industri. Melalui program ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat secara langsung standar kerja profesional, perkembangan teknologi sepeda motor Honda, hingga budaya kerja yang diterapkan di industri.

Sepanjang periode Januari–Juni 2026, lebih dari 300 siswa SMK telah mengikuti kunjungan industri di MDTC Jatake. Peserta berasal dari berbagai sekolah, antara lain SMK Sasmita Jaya 2, SMK PGRI 38 Jakarta, SMK Al-Falah, SMK Negeri 7 Kabupaten Tangerang, dan SMK Negeri 1 Seputih Surabaya, Lampung Tengah.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknologi terbaru sepeda motor Honda melalui materi New Model Honda Technology. Siswa diperkenalkan pada berbagai inovasi kendaraan yang mengutamakan aspek keselamatan, kenyamanan, efisiensi, dan perkembangan teknologi otomotif.

Tidak hanya aspek teknis, para peserta juga mendapatkan edukasi Safety Riding #Cari_Aman, sebagai bagian dari pembentukan karakter berkendara yang aman, bertanggung jawab, dan berbudaya keselamatan.

Materi keselamatan berkendara ini bertujuan membangun kesadaran bahwa menjadi pengendara yang baik tidak hanya membutuhkan keterampilan mengoperasikan kendaraan, tetapi juga sikap, disiplin, kemampuan mengelola risiko, serta kepedulian terhadap pengguna jalan lainnya.

Sebagai pelengkap, tim Rumah Sehat Wahana (RSW) memberikan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pentingnya menjaga kesehatan pribadi, serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat sebagai bagian dari budaya profesional di dunia industri.

Pengalaman belajar semakin lengkap melalui sesi visitasi Laboratorium Technical MDTC Jatake. Pada sesi ini, siswa melihat secara langsung fasilitas pelatihan teknisi Honda, peralatan praktik berstandar industri, hingga sistem pembelajaran yang digunakan untuk mencetak teknisi profesional di jaringan bengkel resmi Honda.

Head of Technical Service Department PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, mengatakan bahwa pengalaman belajar langsung di lingkungan industri merupakan bekal penting bagi siswa vokasi untuk memahami kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

“Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana budaya kerja di industri otomotif diterapkan. Mulai dari penguasaan teknologi, disiplin, budaya keselamatan, hingga proses pengembangan kompetensi teknisi Honda. Pengalaman seperti inilah yang akan membantu mereka lebih siap memasuki dunia kerja.”

Program SHEP juga menjadi bagian dari implementasi Sinergi Bagi Negeri (SBN), komitmen sosial Honda dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan pendidikan vokasi.

Menurut Benedictus, keberhasilan pendidikan vokasi tidak dapat dicapai hanya oleh sekolah ataupun industri secara terpisah. Kolaborasi yang berkelanjutan menjadi kunci agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Melalui SHEP sebagai bagian dari Sinergi Bagi Negeri, kami terus membangun kolaborasi bersama sekolah untuk menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Kami berharap lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, siap bersaing di industri otomotif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.”

Melalui penyelenggaraan kunjungan industri SMK secara berkelanjutan, PT Wahana Makmur Sejati berharap semakin banyak generasi muda memperoleh pengalaman nyata, memperluas wawasan mengenai dunia industri otomotif, serta semakin siap menjadi tenaga kerja profesional yang kompeten, berkarakter, dan memiliki budaya keselamatan yang kuat.