“Makin aman korban, makin pintar maling” kira – kira itulah pribahasa yang berkembang dimasyarakat terkait “kreativitas” pencuri kendaraan roda dua alias Ranmor (Pencurian kendaraan bermotor). Seakan tanpa kendala, hanya dalam hitungan detik pencurian sepeda motor bisa terjadi. Berikut tips aman ala Technical Service Function (TSF) Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) untuk menjaga keamanan sepeda motor kesayangan.
“Semua tingkat
keamanan motor pastinya punya peluang ditembus. Tetap disarankan menggunakan
kunci ganda di area lain misal kunci disc, alarm dan sebagainya,” buka Mukti,
Instruktur TSF Wahana membuka pesan terkait keamanan sepeda motor. Pesan
tersebut merupakan himbauan terkait dengan semakin ‘canggihnya’ maling sepeda
motor dalam menyikapi perkembangan teknologi keamanan standar pabrikan.
Meski seluruh
produk khususnya Honda telah melengkapi keamanan kunci dengan penambahan tutup
magnet lubang kunci, hal ini tidak persulit pencurian kendaraan motor yang
hanya dilakukan dalam hitungan detik. Mukti menyarankan ada baiknya untuk
memperlambat upaya pencurian motor, stang motor terparkir yang biasa kesebelah
kiri kini dibalik kesebelah kanan. “Ketika parkir membalikan stang motor kearah
kanan bisa menambah waktu pencurian namun tetap dapat diakali oleh pencuri,”
jelasnya.
Pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19 menimbulkan dampak negative yang luas terhadap berbagai sektor secara nasional maupun global. Kebijakan social distancing (jaga jarak dan menghindari kerumunan) yang diterapkan di seluruh dunia telah menurunkan aktivitas dan pergerakan masyarakat secara drastis di seluruh kota, termasuk di Indonesia. Terjadi penurunan yang signifikan pada volume kendaraan di jalan dan jumlah penumpang pada berbagai moda transportasi umum.
Hal ini yang juga menyebabkan turunnya angka kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya sepanjang 2020. Menurut Polda Metro Jaya Bidang Lalu Lintas, pada masa pandemi Covid-19, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) pada sepanjang 2020 menurun hingga 7.565 kasus. Meskipun angka ini turun dari angka sebelum pandemi, namun masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan penurunan volume kendaraan di jalan raya dan kasus kecelakaan yang hanya turun 15% atau 8.877 kasus dibandingkan tahun 2019..
Data
tersebut menunjukkan bahwa risiko kecelakaan lalu lintas tidak hanya
bergantung pada situasi lalu lintas. Menurut data Kepolisian yang
dihimpun oleh Kominfo (2017), rata-rata 3 orang meninggal setiap jam
akibat kecelakaan jalan di Indonesia. Data yang sama menyatakan 3
penyebab utama kecelakaan lalu lintas antara lain; faktor manusia
(61%), yang berkaitan dengan kemampuan serta karakter pengemudi,
faktor prasarana dan lingkungan (30%), dan faktor kendaraan (9%).
Salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas adalah perilaku
pengemudi yang tidak aman. Melihat
tingginya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas, PT.
Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) menyadari pentingnya
meningkatkan kepedulian masyarakat akan keselamatan jalan.
Wayan
Pariama, Direktur
Adira Insurance,
mengungkapkan “Adira Insurance menggagas
program CSR “I Wanna Get Home Safely” (IWGHS), sebuah kampanye
yang menggaungkan pesan keselamatan jalan bagi masyarakat luas di
Indonesia yang kini sudah berjalan selama lebih dari 10 tahun. Kami
melihat bahwa untuk
meningkatkan kesadaran berperilaku aman dan selamat, diperlukan
edukasi keselamatan berkendara yang meningkatkan pengetahuan dan
kesadaran pengguna jalan.”
Salah
satu program dalam IWGHS adalah Indonesia Road Safety Award (IRSA).
IRSA merupakan penghargaan kepada
Pemerintah Kota
dan Kabupaten
yang memiliki penerapan tata kelola keselamatan jalan terbaik
di Indonesia.
IRSA digagas dengan tujuan untuk menurunkan
angka kecelakaan dan fatalitasnya di Indonesia dan mengajak seluruh
lapisan masyarakat baik pemerintah, pihak lembaga swadaya masyarakat,
pihak swasta, masyarakat dan berbagai pihak lainnya untuk peduli
terhadap keselamatan jalan.
Tahun ini, menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19, Adira Insurance melakukan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaan IRSA demi mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh peserta, serta mendukung instruksi Pemerintah untuk mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19. Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan komitmen Adira Insurance untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku selamat saat berada di jalan. Sebagai bagian dari komitmen ini, Adira Insurance melakukan studi pemetaan profil keselamatan jalan di 15 kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui Road Safety Behavior Research. Berbeda dari program IRSA sebelumnya, riset tahun ini berfokus pada perilaku berkendara masyarakat Indonesia yang mencakup tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku.
Wayan
Pariama menegaskan,
“Keselamatan jalan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kesadaran
dan perilaku mengemudi yang aman sangat penting dalam mendukung
keselamatan jalan. Hal ini harus menjadi perhatian oleh semua pihak.
Kami senantiasa berkomitmen untuk dapat berkontribusi dalam mendukung
dan menggalakkan peningkatan keselamatan jalan di Indonesia.”
Narasumber : Atas (Ki -Ka) DR. IR. BUDI HIDAYAT, M.ENG.SC SELAKU PERENCANA AHLI UTAMA DIREKTORAT SARANA PRASARANA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL ATAU BAPPENAS. AKBP DANANG SARIFUDIN, SIK SELAKU KASI PRODUK DIKMAS DITKAMSRL KORLANTAS POLRI. Bawah (Ki – Ka) ROHMAT PURNADI SELAKU HEAD OF BUSINESS DIGEST MAJALAH SWA. WAYAN PARIAMA SELAKU DIREKTUR ADIRA INSURANCE. KI DARMANINGTYAS SELAKU KETUA INSTRAN (INSTITUT TRANSPORTASI)
Melalui
project IRSA sebelumnya, Adira Insurance melihat implementasi program
keselamatan jalan di pemerintah kota dan kabupaten serta persepsi
masyarakatnya, sementara riset tahun ini berfokus pada aspek berbeda
yaitu perilaku masyarakat itu sendiri.
Riset
ini dilakukan
dalam periode 3 bulan sejak Oktober 2020. Riset dilakukan berdasarkan
1.500 responden yang tersebar di 15 Kota besar di Indonesia, yaitu;
DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya,
Malang, Denpasar, Medan, Padang, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan,
Samarinda, dan Makassar.
Hasil
riset menunjukkan bahwa rata-rata indeks keselamatan berkendara di
Indonesia mencapai 76%. Nilai tersebut didapat dari aspek
pengetahuan/knowledge
mencapai 87%, aspek sikap/attitude mencapai 83% serta aspek
perilaku/behavior
memiliki indeks terendah yaitu 58%.
“Kami
berharap riset ini dapat membantu mendefinisikan indeks keselamatan
berkendara dari pemetaan profil berkendara masyarakat Indonesia dan
mengukur risiko dari perilaku masyarakat Indonesia di jalan. Risiko
dalam temuan ini tentunya harus dikelola untuk dapat mewujudkan
keselamatan jalan. Kami juga berharap riset ini dapat menjadi
inspirasi maupun referensi bagi Pemerintah, komunitas, lembaga
swadaya masyarakat, pihak swasta lainnya dan masyarakat untuk
menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang lebih baik di
Indonesia,” tambah Wayan.
Untuk
menyampaikan hasil kajian ini ke seluruh lapisan masyarakat dan
meningkatkan wawasan masyarakat akan pentingnya keselamatan
berkendara, Adira Insurance menggelar webinar bertajuk Indonesia
Bangkit: Pulihnya Mobilitas dan Tingkatkan Kesadaran Berperilaku Aman
dan Selamat Saat Berada di Jalan (30/03)
yang turut dihadiri oleh AKBP
Danang Sarifudin, SIK selaku Kasi Produk Dikmas Ditkamsel Korlantas
Polri, Rohmat Purnadi selaku Head of Business Digest,
Wayan
Pariama, Head
of Government Relations
Adira Insurance
serta
Darmaningtyas selaku Ketua INSTRAN (Institut Studi Transportasi).
“Kami
berharap webinar ini dapat membangun kembali kesadaran masyarakat
akan pentingnya berperilaku aman dan selamat saat di jalan, terutama
saat ini seiring dengan pulihnya mobilitas pasca pandemi. Oleh sebab
itu, kami menggandeng pakar-pakar ahli dalam merumuskan penerapan
keselamatan jalan dan mewujudkan keselamatan berkendara yang semakin
baik dari waktu ke waktu di Indonesia,” tutup Wayan.
Berkelana
menggunakan sepeda motor memang menyenangkan. Agar berkendara tidak
mudah lelah yang berpotensi menurunkan konsentrasi, perlu diperhatikan
postur berkendara yang tepat.
Kenyamanan
berkendara yang menyenangkan akan semakin maksimal jika didukung oleh
kendaraan yang tepat. Salah satu contohnya, bisa dicoba ngegas dengan
Honda PCX yang baru saja dirilis ke public bulan lalu. Skutik besar dengan mesin 160cc eSP+ ini ini menawarkan segitiga ergonomi postur berkendara yang cocok
untuk perjalanan jarak dekat maupun jauh. Berikut beberapa postur berkendara yang nyaman dan menyenangkan :
1.
Ride on Position
Pada
posisi ini, tubuh bagian atas pengendara akan lebih santai. Hal ini
dikarenakan posisi punggung yang tegak sehingga dapat menurunkan
stress pada bagian bahu, punggung dan leher. Pada Honda PCX, posisi
stang kemudi yang sedikit lebih tinggi dari posisi pinggul membuat
tangan bagian depan lebih rileks. Menurunnya ketegangan pada otot tangan
bagian depan memberikan handling yang nyaman
dan maksimal.
Selain itu, posisi lutut yang relatif rata dengan pinggul dapat mengurangi stres atau ketegangan pada paha, ditunjang dengan design jok yang mampu menyangga dengan baik.
2.
Leasure Position
Leasure
position merupakan posisi dimana kaki dapat berpindah ke bagian depan
ketika sedang berkendara, seperti yang ditawarkan oleh Honda
PCX terbaru. Posisi ini dapat digunakan untuk menurunkan ketegangan
pada kaki bagian bawah atau betis saat melakukan perjalanan jarak jauh.
Saat dirasa ketegangan pada kaki bagian bawah sudah membaik atau
berkurang, kita bisa kembali pada posisi Ride On Position.
Menurut Manager Safety Riding AHM Johanes Lucky, postur berkendara yang benar dan nyaman dapat menurunkan potensi terjadinya kecelakaan akibat kelelahan saat berkendara.
“Dalam
berkendara, focus dan kenyamanan menjadi aspek yang sangat penting.
Pengendara harus mampu mengidentifikasi medan atau kondisi jalan yang
dilewati, tetapi dengan waktu bersamaan juga harus rileks agar
menghilangkan ketegangan sehingga mengurangi letih yang terlalu cepat
ketika berkendara dengan sepeda motor. Dengan posisi berkendara yang
benar serta kendaraan yang nyaman seperti Honda PCX, riders tetap
dapat memperhatikan keselamatan dengan #cari_aman sehingga berkendara akan menjadi lebih aman dan menyenangkan,” ujar Lucky.
Meski masih dalam masa pandemi, tim Safety Riding Promotion, Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) tetap fokus edukasi berkendara aman, namun melalui virtual webinar online.
Sepanjang
Januari 2021, tim Safety Riding Promotion telah berikan edukasi berkendara
online kepada 400 peserta yang terdiri dari sekolah, guru, komunitas motor,
hingga korporat. Mengangkat tema Gebrakan 2021 Edukasi SR melalui Online. Meski
tanpa praktek, edukasi berkendara aman ini juga penuh dengan pengetahuan, tips,
hingga info landasan hukum terkait berlalu lintas.
Serunya berkendara off road dengan menaklukkan tantangan kontur tanah yang bervariasi membuat semakin banyaknya pecinta off road di Indonesia. Berbicara berkendara Off road juga tidak lepas dengan penggunaan riding gear yang tepat sehingga tetap menjaga keselamatan pengendara di tengah keseruan.
Menurut Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Johanes Lucky,
riding gear yang digunakan untuk kegiatan off road maupun di jalan raya tidak jauh berbeda, namun terdapat beberapa elemen
riding gear yang memiliki bentuk dan spesifikasi yang berbeda.
Memodifikasi sepeda motor bisa menjadi salah satu kegiatan yang cukup mengasyikkan, tak terkecuali mengutak-atik jok atau tempat duduk. Namun perlu digarisbawahi, aktivitas memodifikasi motor tetap harus dilakukan dengan benar, tidak mengurangi kenyamanan, dan tentunya mengedepankan unsur keamanan.
Menurut
Safety Riding Dept. Head PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Lucky,
sebenarnya jok dengan spesifikasi standar bawaan pabrik adalah yang
paling sesuai. Hal
ini karena jok sudah melewati proses standarisasi dan pengetesan dari
beberapa aspek, mulai kenyamanan hingga sisi safety.
”Namun
jika ingin memodifikasi, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan
pengguna sepeda motor. Terdapat beberapa poin yang akan berubah saat
kita mengganti
jok standar dengan model lain atau peranti modifikasi,” kata Lucky.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita memutuskan untuk memodifikasi jok sepeda motor:
Tebal-tipis Jok
Secara
batasan, sebenarnya tidak ada ukuran baku, karena beda desain sepeda
motor akan berbeda pula
model dan ketebalan jok. Hal ini karena tebal ataupun tipisnya jok akan
sangat memengaruhi posisi berkendara dan kenyamanan saat sepeda motor
dikendarai. Ukuran ketebalan jok wajib disesuaikan dengan aspek kenyaman
dan keselamatan.
Tekstur atau Bahan
Tekstur lapisan jok wajib lentur dengan bahan dasar tidak licin saat diduduki oleh pengendara. Jok
yang licin akan berdampak pada kenyamanan dan juga berpengaruh pada keselamatan.
Bisa dirasakan pada saat pengereman, jok yang licin menyebabkan
pengendara mudah bergerak ke depan, sehingga proses pengereman menjadi
tidak maksimal karena posisi duduk pengendara sudah tidak ideal untuk
melakukan pengereman. Sedangkan lapisan jok yang tidak
lentur akan mudah sobek dan merusak bagian jok lainnya, seperti busa.
”Kalau
lapisan jok sudah sobek, air akan mudah masuk melalui lapisan tersebut.
Saat terjadi endapan air pada busa dalam waktu yang lama, maka struktur
busa akan
berubah menjadi keras dan mengganggu kenyamanan saat berkendara,” jelas
Lucky.
Ergonomi
Ketika
kita memodifikasi jok sepeda motor, secara ergonomi akan berubah.
Contohnya, saat kita melakukan
penipisan pada busa jok, maka posisi berkendara akan berubah di bagian
lutut, siku dan pandangan. Begitu pula sebaliknya, saat kita menebalkan
atau meninggikan jok, posisi pinggul kita akan lebih naik dibandingkan
dengan penggunaan jok standar.
”Perubahan
tersebut akan menyebabkan pengendara tidak nyaman, dan mudah lelah saat
berkendara, serta dapat berdampak negatif pada kestabilan dan
kenyamanan berkendara,”
kata Lucky.
Pengaruh
mengganti jok pada keseimbangan dan kestabilan memang cukup besar.
Tidak disarankan memodifikasi jok bagian belakang dibuat lebih tinggi
dari jok bagian
depan. Hal ini menyebabkan tubuh pembonceng melebihi pengendara, dan
tentu saja akan berdampak negatif terhadap aerodinamika kendaraan.
Banyak sekali hal-hal yang dapat terjadi saat berkendara di jalan raya, mulai dari yang aman hingga berpotensi menimbulkan bahaya bagi bikers. Berdasarkan simulasi berkendara yang dikembangkan dalam Honda Riding Trainer, ada 120 jenis potensi bahaya yang dapat diketahui oleh para bikers untuk mencegah potensi bahaya di jalan raya.
Menurut Johanes Lucky Margo Utomo, Safety Riding Department Head PT Astra Honda Motor,
“Para bikers perlu mengetahui apa saja potensi bahaya
yang ditemui di jalan
dan bagaimana cara mengatasinya. Pengetahuan
dan tips ini bisa mengurangi resiko saat berkendara di berbagai kondisi jalan.”
Berikut penjelasan dan tips dari tim Safety Riding AHM dalam mengatasi potensi bahaya di jalan raya.
Jenis Potensi Bahaya
Secara garis besar,
jenis potensi bahaya di jalan raya terbagi menjadi tiga jenis.
Pertama,
potensi bahaya yang terlihat oleh pengendara tanpa perlu diprediksi
oleh para pengendara sepeda motor, seperti kendaraan yang berhenti di
pinggir jalan
atau kondisi mengantuk saat berkendara.
Selanjutnya, potensi bahaya yang dapat menarik perhatian dan konsentrasi
bikers. Potensi bahaya ini belum terlihat akan tetapi sudah memberikan tanda-tanda untuk menarik perhatian,
seperti kendaraan lain yang memberikan tanda lampu sein atau
kondisi
kendaraan yang menggunakan ban sudah aus. Potensi bahaya ini
dikategorikan tingkat menengah dan dibutuhkan pengetahuan lebih
untuk menanganinya dengan baik.
PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan pusat pelatihan berkendara Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center (AHMSRTC) yang berada di kawasan Greenland International Industrial Centre (GICC) Blok DD No 01 Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. Fasilitas ini memperkuat komitmen perusahaan dalam kampanye keselamatan berkendara untuk mendukung terciptanya budaya aman dan nyaman berkendara di tengah masyarakat.
AHM Safety Riding Park (AHMSRP) yang menjadi bagian dari fasilitas ini merupakan pusat pelatihan Safety Riding Honda terbesar di kawasan Asia Tenggara yang dibangun dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat terkait pemahaman keselamatan di jalan raya dan keterampilan berkendara. Dibangun di atas lahan 8,5 hektar, fasilitas terbaru ini mampu menampung 15.000 orang untuk berlatih berkendara setiap tahun dengan berbagai sarana dan fasilitas edukasi secara lengkap. Bangunan ini memiliki fasilitas fungsional seperti ruang multi fungsi, ruang kelas, ruang ujian, ruang simulator, asrama, sarana olahraga serta ruangan penunjang lainnya.
Selain fasilitas bangunan, pusat pelatihan berkendara ini dilengkapi dengan Safety riding course yang dibekali dengan karakter kontur jalan yang disesuaikan dengan kondisi jalan di Indonesia, baik kondisi jalan aspal maupun kondisi jalan off-road. Berdiri di atas lahan 4 hektar, area ini digunakan untuk pelatihan berkendara sepeda motor yang aman, seperti teknik pengereman, teknik keseimbangan, teknik menikung, teknik melewati jalanan bergelombang, menanjak dan menurun serta teknik memprediksi bahaya.
AHMSRP juga dilengkapi Kids Traffic Park yang dapat menampung pelatihan terhadap 2.000 anak setiap tahun. Melalui edukasi usia dini, anak-anak diajarkan untuk mengenal rambu-rambu lalu lintas, cara menyebrang jalan yang aman menggunakan jalur penyeberangan, dan cara berinteraksi dengan pengguna jalan lain dengan berbagai alat peraga yang tersedia.
Presiden Direktur AHM Toshiyuki Inuma mengatakan Pusat pelatihan keselamatan berkendara ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan budaya keselamatan berkendara di Indonesia.
“Kami mendesain Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center ini sebagai fasilitas yang dapat memberikan pengalaman berlatih berkendara aman yang menyenangkan, aman, dan nyaman. Fasilitas ini dapat digunakan masyarakat umum pengguna sepeda motor untuk belajar keterampilan berkendara, baik di jalan raya maupun di kondisi jalan off-road,” ujarnya.
Executive Vice Presiden Direktur AHM Johannes Loman mengatakan Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center ini melengkapi berbagai kegiatan pelatihan berkendara yang selama ini telah dilakukan AHM bersama jaringan main dealer di seluruh Indonesia, bekerjasama dengan pemerintah, kepolisian, sekolah, institusi, maupun komunitas masyarakat.
“Kami ingin melahirkan sebanyak mungkin duta keselamatan berkendara dari fasilitas ini, menyempurnakan apa yang sudah kami lakukan selama ini bersama para pamangku kepentingan di bidang safety riding. Kami ingin fasilitasi ini menjadi kawah candradimuka bagi mereka yang menempatkan keselamatan berkendara sebagai budaya bersama bangsa,” ujarnya.
AHMSRTC dapat digunakan masyarakat umum pengguna sepeda motor untuk belajar mengenai keselamatan berkendara. Beragam kegiatan edukasi pelatihan Safety Riding yang disiapkan dan dilaksanakan di fasilitas AHMSRP ini akan dibuka dengan menyesuaikan protokol kesehatan yang berlaku, sehingga kegiatan berbagi ilmu keselamatan berkendara ini dapat berlangsung maksimal.
AHM bersama jaringan main dealer Honda saat ini telah memiliki 8 pusat pelatihan safety riding yang tersebar di daerah Serang, Jambi, Tangerang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Medan dan Bandung. Dengan bertambahnya pusat pelatihan safety riding di Deltamas, kampanye keselamatan berkendara dapat semakin berdampak luas di tengah masyarakat.
Setiap pagi kita sering kali melihat ibu yang mengantarkan anak kesekolah dengan sepeda motor. Berikut tips dan saran tim safety riding Wahana terkait cara aman berkendara ketika berboncengan khususnya dengan anak kecil.
Membonceng
saat berkendara miliki aturan keamanan tersendiri. Pengendara dan yang
dibonceng wajib gunakan perlengkapan nyaman mulai dari helm, sarung
tangan, sepatu dan boleh gunakan sandal untuk jarak dekat dan kini wajib
menggunakan masker. Perhatikan usia anak yang akan di bonceng dan telah
mengerti saat berkendara.
Membawa
pembonceng apalagi anak kecil, rawan dengan kondisi mengantuk. Tanpa
persiapan yang baik kondisi ini rawan untuk terjadi kecelakaan. Pastikan
untuk membonceng anak khususnya kejalan raya yang ramai anak tidak
dalam kondisi mengantuk. “ Sering kali kita meilhat ibu yang membonceng
anak kesekolah sangat rentan kecelakaan di jalana raya. Maka berkendara
aman penting untuk diketahui,” papar Head of Safety Riding Promotion,
Agus Sani.
Tidak
hanya kesekolah, tidak jarang anak juga sering diajak berkendara jauh.
Tidak perlu memaksakan jika anak cepat lelah dijalan. usahakan untuk
isirahat untuk hilangkan penat di perjalanan. “Memang menyenangkan
bermotor dengan sikecil namun sangat rentan kecelakaan. Jadi mulailah
menjadi pengendara yang cerdas sekaligus pahami berkendara aman
khususnya saat bonceng buah hati anda,” tutup Agus Sani.
Musim balap tahun 2020 masih rehat sejenak. Tapi para pebalap muda kebanggaan Bangsa yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT) selalu mempersiapkan diri. Mulai dari kebugaran tubuh, mental, hingga pernik pendukung lain. Tak terkecuali, wearpack (baju balap) yang lama menggantung.
Baju balap menjadi salah satu hal penting yang harus dipersiapkan, sebagai antisipasi jika balapan kembali dihelat. Karena lama tak dipakai, para pebalap punya trik atau cara khusus agar penutup tubuh tersebut tetap terawat, nyaman dan siap pakai, serta tentu saja bersih.
Herjun Atna Firdaus, pebalap 15 tahun asal Pati, Jawa Tengah, mengaku punya tiga jurus agar baju balapnya siap pakai setiap saat. Selain menjemurnya setelah pemakaian, dia menyiapkan tempat penyimpanan khusus yang tidak lembab, dengan harapan jamur menjauh. ”Saya juga selalu menyemprotnya dengan pewangi,” ucap Herjun yang tahun ini terjun di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP) 250 itu.