JAKARTA – Gaya hidup minimalis dan peduli lingkungan kini bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. PT Astra Honda Motor (AHM) bersama jaringan Main Dealer di seluruh Indonesia sukses menggerakkan 1.621 anak muda untuk memulai aksi nyata lewat gerakan Decluttering.

Melalui rangkaian program “Berpacu Dalam Sinergi”, para peserta diajak memilah dan mengelola barang yang sudah tidak terpakai secara bertanggung jawab. Bukan sekadar bersih-bersih rumah, gerakan ini adalah langkah awal menciptakan ekonomi sirkular—di mana barang bekas bisa memiliki nilai baru melalui proses reuse, repair, hingga upcycle.
Aksi Nyata untuk Masa Depan Edukasi ini menyasar 9 SMA dan 11 Universitas di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2024. Tak hanya teori, para mahasiswa dan pelajar langsung mempraktikkan gaya hidup Sustainable Living, seperti:
- Meninggalkan plastik sekali pakai dengan menggunakan tumbler.
- Beralih ke tote bag ramah lingkungan.
- Mempelajari teknik manajemen barang agar tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA).
General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan bahwa kesadaran Gen-Z adalah kunci perubahan.
“Langkah kecil dari rumah bisa menjadi perubahan besar. Melalui semangat ‘Sinergi Bagi Negeri’, kami ingin menginspirasi generasi muda untuk konsumsi lebih bijak demi lingkungan yang lebih asri,” ujar Muhib.
Gaya Hidup & Inisiatif Hijau Keseruan acara ini semakin lengkap dengan kehadiran Honda Scoopy sebagai ikon trendsetter anak muda yang fashionable dan fungsional untuk mobilitas sehari-hari.
Komitmen hijau AHM tidak berhenti di sini. Sejak 2012, AHM telah menanam lebih dari 276.180 pohon. Dari sisi produksi, pabrik-pabrik Honda (Karawang, Cikarang, Deltamas) kini telah didukung oleh panel surya sebagai sumber energi terbarukan untuk mengurangi emisi karbon.
Langkah ini adalah bukti nyata dukungan AHM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) demi menjaga ekosistem daratan dan menangani perubahan iklim di Indonesia.
